Loading.....
PENELITIAN | PENGUJIAN | PELATIHAN | BIMBINGAN TEKNIS

Diseminasi

Kemampuan Daya Saing UKM Makanan dan Minuman di DKI Jakarta, Jawa Barat dan Jawa Tengah: Tinjauan Aspek Sistem Mutu

Masih rendahnya daya saing Nasional dengan kelompok UKM sebagai pelaku usaha mayoritas, berdampak terhadap lemahnya perekonomian Nasional, terlebih-Iebih dengan dijalankannya konsep perdagangan bebas. Meskipun sudah banyak usaha peningkatan daya saing baik dari Pemerintah maupun lembaga-Iembaga masyarakat terhadap kelompok UKM, tampaknya peningkatan tersebut belum cukup efektif. Dugaan ketidakefektifan terletak pada karakter UKM itu sendiri maupun lingkungan pendukungnya, yaitu pembinaan permodalan serta peraturan dan prasarana yang kesemuanya memerlukan keterlibatan Pemerintah dan masyarakat. Penelitian yang dilakukan terhadap UKM makanan - minuman, dl tiga daerah: DKI Jakarta, Jawa-Barat dan Jawa-Tengah dalam penerapan sistem mutu, sebagai salah satu aspek daya saing menunjukkan bahwa latar belakang akademik sdm UKM yang rata-rata tingkatan SLTP, sebagai kendala utama dalam pemahaman dan penguasaan persyaratan sistem mutu. Disamping itu, proses sertifikasi/registrasi yang merupakan bentuk pengakuan penerapan sistem mutu/keamanan pangan masih dianggap terlalu mahal bagi para UKM. Begitu pula keberadaan prasarana laboratorium - laboratorium penguji mutu produk makanan - minuman masih sulit dijangkau oleh para UKM yang berada di daerah, yang berakibat menimbulkan biaya tinggi.

Untuk itu, Pemerintah Daerah perlu lebih memperhatikan metoda bimbingan yang tepat yang dapat dipahami sdm UKM dan waktu pendampingan yang lama, begitu pula perlu adanya insentif bagi yang sudah menerapkan sistem mutu untuk memperoleh sertifikat mutu seperti sertifikat halal, registrasi SP, MD maupun HACCP dan SNI. Hal lain yang tak kalah penting adalah koordinasi antara Pemda dengan institusl peneliti yang memiliki ahli/pakar pangan dan laboratorium penguji untuk mendampingi dan memfasilitasi produk pangan yang teruji.


Kajian Penerapan Sistem Mutu Bagi Usaha/Industri Kecil dan Menengah dalam Mendukung Daya Saing Produk Pangan dengan Memperhatikan Keamanan Pangan

Kajian penerapan sistem mutu bagi usaha/industri kecil dan menengah dalam mendukung daya saing produk pangan dengan memperhatikan keamanan pangan, makin terasa penting dikarenakan banyaknya permasalahan pangan yang timbul. Penelitian ini melakukan kajian terhadap sistem keamanan pangan yang berlaku di Indonesia, dengan mengambil kasus di Jawa Barat dengan obyek produsen dari kalangan kelas menengah ke bawah yaitu kelompok Usaha Kecil dan Menengah (UKM)/lndustri Kecil dan Menengah (IKM). Kajian Sistem keamanan pangan yang dilihat adalah dari aspek pembinaan, pengawasan dan infrastruktur dengan memperhatikan secara umum peraturan dan standar pangan yang berlaku serta permasalahan adanya bahan-bahan tambahan pangan yang berbahaya. Aktor yang terlibat dalam pembinaan dan pengawasanpun dikaji, untuk melihat efektivitas pelaksanaan di lapangan. Demikian pula permasalahan sumber daya manusia para UKM/IKM sendiri yang belum terlalu menyadari kepentingan penerapan sistem mutu untuk keamanan pangan, selain kemampuan yang kurang untuk memenuhi persyaratan teknis keamanan produk pangan yang dihasilkan. Hasil penelitian ini memberikan rekomendasi pilot proyek penerapan sistem mutu pangan dengan model pembinaan serta pengawasannya.


Kajian Pemahaman dan Kesadaran Pemangku Kepentingan Industri Elektronika terhadap SNI Wajib

Pada tahun 1995, Indonesia meratifikasi kesepakatan WTO tentang hambatan teknis perdagangan Technical Barrier to Trade,yang sering disebut TBT. Dengan meratifikasi kesepakatan ini berarti di dalam perdagangan internasional, Indonesia menyetujui akan memberlakukan standar serta ketentuan yang sama bagi produk impor dengan produk dalam negeri. Termasuk di dalamnya adalah penilaian kesesuaian, biaya, dan sistem yang diberlakukan. Kosekuensi dan kesepakatan ini Indonesia harus mempunyai Standar Nasional Indonesia (SNI), yang dapat membendung masuknya produk impor yang tidak berkualitas tetapi dapat melindungi produk dalam negeri, dalam arti SNI yang diberlakukan diharapkan dapat dipenuhi oleh produksi dalam negeri.

Untuk penerapan SNI, dibutuhkan laboratorium pengujian untuk menilai kesesuaian produk dengan standar yang diberlakukan. Agar penilaian dapat diterima oleh semua pihak, laboratorium pengujian harus terakreditasi secara nasional dan tertelusur secara internasional. Di samping itu, penerapan SNI akan efektif, apabila ada pengawasan dari yang berwajib dan kesadaran pelaku industri. Masalahnya saat ini pengawasan masih lemah, kondisi ini dimanfaatkan oleh sebagian pelaku industri sehingga banyak barang-barang beredar yang tidak memenuhi mutu sesuai standar.

SNI bila dilaksanakan secara konsekuen dan penerapannya diawasi secara tepat mempunyai peranan untuk meningkatkan daya saing produk nasional. Sebenarnya, untuk produk berbasis kelistrikan sudah ada 19 SNI wajib yang diberlakukan, akan tetapi kurang ada pengawasan dalam penerapannya. Salah satu dari 19 SNI wajib tersebut adalah SNI untuk Lampu Hemat Energi (LHE) yang terbukti dapat meningkatkan daya saing, sehingga pasca-diberlakukan SNI wajib di Indonesia berdiri 8 pabrik baru yang memproduksi LHE.


Langkah-Langkah Strategis untuk Peningkatan Daya Saing Produk Elektronika

Dalam menghadapi EE-MRA yang di ASEAN akan diberlakukan mulai 1 Januari 2011, produk elektrikal elektronika (EE) Indonesia harus bebenah diri agar tetap berdaya saing di pasar global. Hal-hal yang perlu segera dibenahi antara lain adalah soal mutu, yang berkaitan dengan sistem Standar Nasional Indonesia, keberadaan lembaga penilai kesesuaian Laboratorium uji), lembaga sertifikasi produk, lembaga inspeksi dan hal-hal lain yang bersifat teknis. Tugas dan fungsi dari instansi pemerintah yang terkait dengan produksi dan perdagangan produk EE tampaknya juga perlu dibenahi, karena ditengarahi adanya tumpang tindih dari tugas dan fungsi ini, yang menyebabkan ekonomi biaya tinggi.

Buku ini membahas tentang Sistem Standar yang berlaku di Indonesia, penerapan SNI Wajib, dan hambatan-hambatan yang terjadi karena adanya tumpang tindih tugas dan fungsi dari instansi yang terkait dengan perdagangan produk EE Indonesia.

Di akhir buku disampaikan langkah-Iangkah strategis apa yang perlu dilakukan agar produk EE Indonesia dapat berdaya saing di pasar, khususnya pasar ASEAN.


Meneropong Daya Saing Produk Elektronika dan Kelistrikan: Mendukung Penerapan Regulasi Wajib Uji Berdasarkan SNI

Tingkat daya saing produk berbasis kelistrikan dan elektronika akan dapat dimonitor dengan cara dilakukannya pengujian/penilaian kesesuaian spesilikasi produk tersebut, terhadap standar mutu produk. Untuk itu, keberadaan laboratorium pengujian, standar mutu produk, serta standar keselamatan produk sangat diperlukan. Produk-produk berdaya saing sangatlah dituntut keberadaannya, khususnya dipasar domestik. Salah satu indikasi bahwa suatu produk berdaya saing adalah, produk tersebut sudah terjamin keselamatan maupun keamanannya bagi pengguna, dengan bukti tanda sertifikasi SNI. Dengan adanya sistem penjaminan produk berkualitas ini, diharapkan masyarakat pengguna maupun produsen mempunyai acuan yang jelas tentang standar produk yang harus diacu dan boleh beredar di pasaran. Sehingga akan diperoleh nilai ekonomis yang optimum, yang dampaknya diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Jadi pengujian dan penerapan standar produk (SNI) wajib, bagi produk-produk yang dipakai secara luas di masyarakat, harus ditetapkan (diwajibkan).

Mengacu pada perjanjian TBT-WTO, penerapan suatu standar produk menjadi wajib, harus mempunyai batas-batas yang jelas dan tidak mengada-ada, walaupun pada kenyataan, dibalik semua ketentuan tersebut, banyak Negara yang menerapkan standar wajib, sebenarnya bertujuan untuk melindungi produsen dalam negerinya. Batasan-batasan tersebut antara lain, menciptakan pasar yang sehat, tidak diskriminatif, melindungi konsumen dari segi standar keamanan dan keselamatan; konservasi lingkungan dalam arti tidak mencemari lingkungan dalam berproduksi; sesuai dengan kondisi alam; dan kesesuaian terhadap gelombang elektromagnetik.

Dalam skala yang lebih kecil, dilevel pemerintahan, secara umum, untuk menetapkan suatu standar produk menjadi wajib, banyak sekali laktor-Iaktor yang harus diperhatikan, karena ketika standar produk menjadi aturan wajib, maka semua aspek yang mempengaruhi kebutuhan semua pemangku kepentingan harus diperhatikan. Faktor-faktor tersebut mencakup faktor teknis, non teknis, faktor internal maupun eksternal. Faktor teknis dan faktor non-teknis, adalah faktor-faktor yang berhubungan dengan proses untuk menghasilkan produk tersebut. Faktor non-teknis antara lain adalah hal-hal yang menyangkut masalah investasi, kemudahan ijin usaha, perpajakan, keamanan, serta efisiensi birokrasi. Sedangkan faktor teknis antara lain keberadaan laboratorium pengujian, tersedianya SDM yang memadai, tersedianya SNI yang selalu diperbaiki secara terus menerus mengikuti perkembangan teknologi yang ada, dan sebagainya. Faktor internal dan eksternal, terutama menyangkut tatacara berproduksi yang dialami para produsen, misalnya faktor internal antara lain adalah inefisiensi, mismanajemen, kualitas SDM, mutu produk, lemahnya jejaring dan yang lainnya. Sedangkan faktor eksternal antara lain adalah nilai tukar mata uang, ekonomi biaya tinggi, kebijakan fiskal dan sebagainya.

Dengan banyaknya faktor yang mempengaruhi daya saing produk, khususnya produk EE, maka dalam kajian ini, fokus pembahasan ditekankan pada aspek teknis, yaitu menyoroti infrastruktur teknis untuk meningkatkan daya saing produk EE dalam negeri, melalui penerapan SNI wajib, yang harmonis dengan program ASEAN EE-MRA, yang akan diberlakukan pada tahun 2011.


Radiasi Elektromagnetik pada Alat Telekomunikasi Militer MIL-STD 461E

Peralatan elektronik dan kelistrikan saat diaktifkan akan meradiasikan gelombang elektromagnetik yang mengakibatkan timbulnya medan elektromagnetik (EM). Apabila peralatan tersebut tidak memenuhi standar Elektromagnetic Compatibility (EMC) yang dipersyaratkan maka peralatan tersebut dapat membahayakan kesehatan manusia dan peralatan-peralatan elektronik lain di sekitarnya.

Buku ini membahas tentang EMC dan pengaruh radiasi gelombang EM dari peralatan-peralatan berbasis elektronik dan kelistrikan terhadap kesehatan dan peralatan lain di sekitarnya. Pembahasan dititikberatkan pada alat komunikasi militer dan standar EMC yang dipersyaratkan baginya, yaitu MIL-STD 461 series.

Ditulis dengan menggunakan bahasa yang sederhana dan menghindari penggunaan rumus matematika yang rumit, diharapkan buku ini dapat dipahami oleh pemula dan masyarakat awam yang ingin mempelajari EMC.


Pengelolaan Organisasi Sukses Berkelanjutan: Kajian Ruang Lingkup, Metodologi, Kaidah dan Pendekatan QM berdasarakan ISO 9004: 2009

ISO 9004:2009, adalah pedoman bagi organisasi "dunia masa depan". "The NEW world of organization" ini berpegang teguh pada right every time-nya Deming demi vitalitas organisasi. Vitalitas organisasi yang dikenal sebagai konsep continual improvement atau sustained success ini, selaras dengan gencarnya komunitas internasional memerangi kejahatan terhadap kemanusiaan dan pengrusakan lingkungan hidup.

Buku ini menggali standar ISO 9004:2009 untuk menemukan akar penyebab-nya. Ini merupakan landasan untuk memahami bentuk komunikasi bermakna tunggal (KBT), sebagai suatu kaidah yang tersembunyi atau karakteristik inheren itu. Tanpa jasa St. Takdir Alisjahbana (STA) yang mendorong penulis mempelajari filsafat dengan sungguh-sungguh terutama ketika beliau dengan tegas menyatakan hal yang sulit diterima akal sehat ketika itu, bahwa terminologi kualitas dalam metafisika itu memiliki makna yang sama dengan terminologi kualitas dalam manajemen dan bisnis.

Sebagai praktisi Quality Management System (QMS), penulis berkali-kali "kehilangan arah" ketika menjelaskan landasan ilmiah QMS, walaupun lima tahun belakangan ini penulis secara formal adalah peneliti di bidang ini. Beruntung berkat bantuan, dorongan dan pengarahan, Kapuslit Sistem Mutu dan Teknologi Pengujian (SMTP) - LlPI, Ir. Puji Winarni, MA yang memiliki pemahaman mengenai TQM ketika kuliah Amerika Serikat, maka penulisan ini berhasil sukses. Keberhasilan ini juga berkat bimbingan editor I Ir. Sriati Djapie M.Met, perintis standardisasi dan gerakan mutu di Indonesia sejak tahun 1970an melalui Proyek Pengembangan Sistem Standardisasi Nasional-LIPI yang merupakan cikal bakal Badan Standardisasi Nasional (BSN), dan selanjutnya editor II Suryadi M.Sc Ahli Peneliti Utama bidang standards and conformance- Badan Standardisasi Nasional (BSN).

Pokok persoalannya adalah standardisasi dan QMS dengan ruang lingkup lintas disiplin memerlukan pendekatan yang khas, terutama berkaitan dengan dari mana memulai penelitian atau penulisan dengan ruang lingkup lintas disiplin ini.


LAKIP Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah

Pusat Penelitian Sistem Mutu dan Teknologi Pengujian 

Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia

2006

LAKIP Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah

Pusat Penelitian Sistem Mutu dan Teknologi Pengujian

Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia

2007

LAKIP Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah

Pusat Penelitian Sistem Mutu dan Teknologi Pengujian 

Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia

2008

LAKIP Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah

Pusat Penelitian Sistem Mutu dan Teknologi Pengujian 

Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia

2009

LAKIP Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah

Pusat Penelitian Sistem Mutu dan Teknologi Pengujian 

Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia

2010

  Publikasi Ilmiah

AMTeQ

Annual Meeting on Testing and Quality 2006

Pusat Peneltian Sistem Mutu dan Teknologi Pengujian

Lembaga Ilmu Pengetahuan Ilmiah

2006

  Publikasi Ilmiah

AMTeQ

Annual Meeting on Testing and Quality 2007

Pusat Peneltian Sistem Mutu dan Teknologi Pengujian

Lembaga Ilmu Pengetahuan Ilmiah

2007

  Publikasi Ilmiah

AMTeQ

Annual Meeting on Testing and Quality 2008

Pusat Peneltian Sistem Mutu dan Teknologi Pengujian

Lembaga Ilmu Pengetahuan Ilmiah

2008

  Publikasi Ilmiah

AMTeQ

Annual Meeting on Testing and Quality 2009

Pusat Peneltian Sistem Mutu dan Teknologi Pengujian

Lembaga Ilmu Pengetahuan Ilmiah

2009

  Publikasi Ilmiah

AMTeQ

Annual Meeting on Testing and Quality 2010

Pusat Peneltian Sistem Mutu dan Teknologi Pengujian

Lembaga Ilmu Pengetahuan Ilmiah

2010

  Publikasi Ilmiah

AMTeQ

Annual Meeting on Testing and Quality 2011

Pusat Peneltian Sistem Mutu dan Teknologi Pengujian

Lembaga Ilmu Pengetahuan Ilmiah

2011

Laporan Tahunan Pusat Penelitian Sistem Mutu dan Teknologi Pengujian Lembaga IImu Pengetahuan Indonesia (P2SMTP-LIPI) Tahun Anggaran 2006 berisi rangkuman berbagai kegiatan yang berkaitan dengan organisasi, program penelitian, pembinaan sumber daya manusia, dan kontribusinya pada misi LIPI, melalui berbagai pelatihan dan pengujian, baik untuk kepentingan internal LIPI maupun atas permintaan masyarakat penggunanya.

Program penelitian di P2SMTP-LIPI, terdiri dari program penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang terdiri dari 6 kegiatan dan 1 kegiatan yang bersifat menunjang penelitian dan diseminasinya, dan 1 program kompetitif yaitu Program Daya Saing.

Pada tahun 2006, P2SMTP-LIPI mengawali aktivitasnya dengan peresmian gedung baru dengan peruntukan sebagai laboratoria pengujian, terutama yang berkaitan dengan EMC (Electromagnetic Compatibility), yang pengadaan peralatannya didanai pinjaman dari IDB (Islamic Development Bank).

Pada usianya yang baru dua tahun, P2SMTP-LIPI berhasil menyelenggarakan pertemuan ilmiah AMTeQ (Annual Meeting on Testing and Quality) yang pertama dengan mengundang tamu dari manca negara.

Dalam hal peningkatan sumber daya manusia, 1 orang pegawai berpendidikan S3 berada di Jepang untuk program post-doctoral, 1 orang lagi sedang mengikuti program S1, dan beberapa pegawai mengikuti berbagai program pelatihan.

Pada Laporan Tahunan ini, tersaji pula daftar publikasi (dalam bentuk intisari atau ringkasan atau publikasi penuh), laporan penelitian, dan berbagai karya tulis, baik yang bersifat ilmiah maupun yang populer, yang disampaikan melalui seminar, pertemuan ilmiah dan media cetak lainnya.


Laporan Tahunan Pusat Penelitian Sistem Mutu dan Teknologi Pengujian Lembaga IImu Pengetahuan Indonesia (P2SMTP-LIPI) Tahun Anggaran 2007 ini berisi rangkuman berbagai kegiatan Pusat Penelitian (Puslit) yang berkaitan dengan organisasi, program penelitian, pembinaan sumber daya manusia, dan partisipasinya untuk menjalankan misi LIPI. Kegiatan tersebut berupa kegiatan penelitian dan pengembangan, berbagai kegiatan pembimbingan, pelatihan dan pengujian, baik untuk kepentingan internal LIPI maupun atas permintaan masyarakat penggunanya.

Program penelitian di P2SMTP-LIPI terdiri dari program penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang berjumlah 7 kegiatan, yaitu 4 program penelitian, 1 kegiatan yang bersifat menunjang penelitian, 1 kegiatan diseminasi hasil litbang sistem mutu dan teknologi pengujian dan 1 program kompetitif yang menjadi focal point P2SMTP-UPI.

Pada Laporan Tahunan ini, tersaji pula daftar publikasi (dalam bentuk intisari atau ringkasan), laporan penelitian, dan berbagai karya tulis yang bersifat ilmiah, yang disampaikan melalui seminar, pertemuan ilmiah dan atau jurnal/majalah ilmiah


Laporan Tahunan Pusat Penelitian Sistem Mutu dan Teknologi Pengujian Lembaga IImu Pengetahuan Indonesia (P2SMTP-UPI) Tahun Anggaran 2008 ini berisi rangkuman berbagai kegitanan Pusat Penelitian (Puslit) ini yang berkaitan dengan organisasi, program penelitian, pembinaan sumber daya manusia, dan partisipasinya untuk menjalankan misi UPI, melalui berbagai kegiatan penelitian, pelatihan dan pengujian, baik untuk kepentingan internal UPI maupun atas permintaan masyarakat penggunanya.

Program penelitian di P2SMTP-UPI, terdiri dari program penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang berjumlah 7 kegiatan, yaitu 4 program penelitian, 1 kegiatan yang bersifat menunjang penelitian, 1 kegiatan berupa diseminasi, serta 1 program kompetitif.

Pada Laporan Tahunan ini, tersaji pula daftar publikasi (dalam bentuk intisari atau ringkasan), laporan penelitian, dan berbagai karya tulis yang bersifat ilmiah, yang disampaikan melalui seminar, pertemuan ilmiah dan jurnal atau majalah ilmiah.


Laporan Tahunan Pusat Penelitian Sistem Mutu dan Teknologi Pengujian Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (P2SMTP-LIPI) Tahun Anggaran 2009 ini berisi rangkuman berbagai kegiatan Pusat penelitian (Puslit) ini yang berkaitan dengan organisasi, program penelitian, pembinaan sumber daya manusia, dan partisipasinya untuk menjatankan misi LIPI, melalui berbagai kegiatan penelitian, pelatihan dan pengujian, baik untuk kepentingan intemal LIPI maupun atas permintaan masyarakat penggunanya.

Kegiatan penelitian di P2SMTP - LIPI terdiri dari kegiatan tematik dan kegiatan penelitian hibah dari Direktorat pendidikan linggi Departemen Pendidikan Nasional, program kegiatan rutin dan pelayanan jasa yaitu pelayanan pelatihan, pengujian, kerja sama, penyelengaraan pertemuan ilmiah, penugasan dan publikasi.

Pada Laporan Tahunan 2009 ini, tersaji pula daftar publikasi dalam bentuk intisari/ringkasan, laporan penelitian, dan berbagai karya tulis yang bersifat ilmiah, yang disampaikan melalui seminar, pertemuan ilmiah dan jumal atau majalah ilmiah lainnya.

 

Pusat Penelitian Sistem Mutu dan Teknologi Pengujian Lembaga IImu Pengetahuan Indonesia (P2SMTP-LlPI) berdiri berdasarkan Surat Keputusan Kepala-LiPI Nomor: 3212/M/2004 tentang Perubahan atas Keputusan Kepala LlPI Nomor: 1151/M/2001 tentang Organisasi dan Tata Kerja Lembaga IImu Pengetahuan Indonesia tanggal 28 Oktober 2004. Puslit ini merupakan penggabungan dua unit kerja antara Pusat Standar dan Sistem Mutu (PSSM-LlPI) dengan Bidang Teknologi Pengujian Pusat Penelitian Kalibrasi Instrumentasi dan Metrologi (BTP P2KIM-LlPI) pada 1 Maret 2005.

Menjelang usianya yang ke-5, P2SMTP-LiPI berhasil memperoleh sertifikasi Sistem Manajemen Mutu (SMM) ISO 9001: 2008 melalui Lembaga Sertifikasi Sistem Mutu (LSSM) TUV Nord. Penerapan SMM ISO 9001: 2008 diawali dengan pengucapan Pakta Integritas secara bersama-sama oleh seluruh sivitas P2SMTP-LiPI yang dilanjutkan dengan penandatanganan Pakta Integritas oleh Kepala Pusat, seluruh Kepala Bidang dan Kepala Bagian pada tanggal 23 April 2010.

Selain keberhasilan P2SMTP-LiPI memperoleh sertifikasi ISO 9001: 2008, sejumlah kegiatan unggulan telah dilaksanakan. Diantaranya kegiatan pengujian kompor gas dan regulator, pengujian EMC dan pengujian kebocoran arus pada peralatan industri rumah tangga, di mana pengujian-pengujian ini memiliki sejumlah prospek paten. Selain pengujian, P2SMTP-LlPI juga menyelenggarakan diklat teknis untuk laboratorium sesuai dengan SNI-ISO/IEC 17025 : 2008 dan In House Training ISO 9000 series. P2SMTP-LiPI juga memberikan pelayanan sertifikasi personel bagi auditor sistem manajemen mutu.

Dalam lingkungan LlPI sendiri, P2SMTP-LiPI berperan aktif dalam penguatan penjaminan kelembagaan LlPI yang dilakukan melalui sosialisasi dan bimbingan teknis baik untuk ISO 9001: 2008 maupun SNI-ISO/IEC 17025 : 2008.

Pada tahun 2010, P2SMTP-LiPI berhasil menerbitkan 43 publikasi ilmiah dalam skala nasional. Tujuh diantaranya diterbitkan dalam jurnal yang terakreditasi. Tulisan ilmiah ini dihasilkan dari kegiatan penelitian tematik, penelitian insentif peneliti dan perekayasa, maupun partisipasi dalam berbagai kegiatan ilmiah. Selain itu, P2SMTP-LiPI juga berhasil membimbing 2 SMK meraih sertifikat ISO 9001:2008 sebagai prasyarat menjadi SMK bertaraf internasional.

Disamping keberhasilan-keberhasilan tersebut, P2SMTP-LIPI juga menghadapi beberapa kendala, diantaranya masih belum dapat direalisasikannya usulan pengadaan gedung yang memadai untuk Laboratori,um Pengujian Vibrasi, Laboratorium Pengujian Kompor, Gedung Penelitian Sistem Mutu, dan Gedung Manajemen/Administrasi. Pembangunan laboratorium International Protection (IP) Code juga wajib dimiliki oleh P2SMTP-LiPI selaku lembaga Penilaian Kesesuaian sesuai ISO/IEC 60335; pengujian peralatan kelistrikan dan elektronika.


Pusat Penelitian Sistem Mutu dan Teknologi Pengujian Lembaga IImu pengetahuan Indonesia (P2SMTP-LIPI) berdiri berdasarkan Surat Keputusan Kepaia-LIPI Nomor: 3212/M/2004 tentang Perubahan atas Keputusan Kepala LIPI Nomor: 1151/M/2001 tentang Organisasi dan Tata Kerja Lembaga IImu Pengetahuan Indonesia tanggal 28 Oktober 2004. Puslit ini merupakan penggabungan dua unit kerja antara Pusat Standar dan Sistem Mutu (PSSM-LlPI) dengan Bidang Teknologi Pengujian Pusat Penelitian Kalibrasi Instrumentasi dan Metrologi (BTP P2KIM-LlPI) pada 1 Maret 2005.

Sebagai salah satu institusi pemerintah Indonesia, P2SMTP-LIPI dituntut mendukung kebijakan pemerintah untuk melaksanakan reformasi birokrasi demi terciptanya tata kelola pemerintah yang baik. Salah satu langkah yang ditempuh di tahun 2011 untuk mewujudkan pemerintahan yang efektif, transparan, dan akuntabel adalah dengan membuat kontrak kinerja. Kepala P2SMTP-LIPI telah menandatangani kontrak kinerja dengan Deputi Bidang Jasa IImiah-LIPI dimana kontrak kinerja tersebut dibuat dengan mengacu pad a aspek-aspek dalam balanced scorecard, yaitu: finansial, proses bisnis internal, pelanggan, dan pertumbuhan/pembelajaran. Kontrak kinerja ini selanjutnya diterjemahkan lebih jauh dalam Penetapan Kinerja.

Dalam aspek finansial, P2SMTP-LIPI berhasil menyerap anggaran DIPA sebesar 103, 57 % yang terdistribusi untuk kegiatan Tata Kelola Jasa IImiah Pendukung SMTP dan Infrastruktur Sistem Pengujian dan Sistem Mutu Teknologi.

Sedangkan dalam aspek proses bisnis internal, P2SMTP-LiPI berhasil membimbing empat organisasi di LIPI dalam rangka sertifikasi ISO 9001:2008. Satu diantaranya telah meraih sertifikasi ISO 9001:2008. Selain itu, P2SMTP-LiPI juga telah membantu persiapan akreditasi dan perluasan bidang uji pada empat laboratorium. Salah satu laboratorium yang mendapatkan akreditasi adalah laboratorium pengujian P2SMTP-LiPI pada lingkup pengujian kompor gas satu tungku dengan pemantik mekanik dan regulator tekanan rendah yang ditetapkan oleh Komite Akreditasi Nasional pada 31 Maret 2011 dengan nomor akreditasi LP-505-IDN. Hal lain yang berhasil dipenuhi dalam rangka proses bisnis internal adalah tersedianya sarana dan prasarana permanen untuk pengujian konversi energi.

Capaian lain yang diraih P2SMTP-LIPI terkait dengan pelanggan adalah kontrak kerja sarna (MoU) baik dalam bentuk kerja sarana pelatihan, penelitian maupun pengujian sebanyak delapan kontrak.

Pada aspek pembelajaran pertumbuhan, hal-hal yang diraih adalah sebagai berikut: peningkatan jenjang pendidikan karyawan; terbitnya 32 publikasi ilmiah baik dalam skala nasional maupun internasional; 38 kali berpartisipasi dalam aktivitas ilmiah baik dalam skala nasional, regional, maupun internasional; menjadi anggota dan ikut serta dalam pertemuan ilmiah nasional, regional dan internasional; partisipasi pegawai dalam training kompetensi baik di dalam negeri dan luar negeri. Serta, penambahan jumlah pegawai yang menduduki jabatan fungsional.

Selain capaian dari hasil Penetapan Kinerja Tahun 2011, P2SMTP-LIPI mendapatkan prestasi lain dari kegiatan penelitan. P2SMTP-LIPI memperoleh dua penganugerahan sebagai Dua Puluh Lima Besar Anugerah Iptek prayogasala untuk Pranata Penelitian dan pengembangan kategori LPK, LPNK, Perguruan Tinggi, dan Litbang Mandiri dalam rangka peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional ke-16, dan penganugerahan sebagai salah satu penelitian terbaik untuk kegiatan penelitian Program peningkatan Kemampuan Peneliti dan perekayasa 2011 dengan judul Perancangan dan Pembuatan Sistem dan Metode Uji Lembaran Rata Kalsium Silikat Berbasis SNI.

Diposting oleh jak Pada 01-Juli-2013 03:05:57

Kembali Share via facebook
   
PUSAT PENELITIAN SISTEM MUTU DAN TEKNOLOGI PENGUJIAN
LEMBAGA ILMU PENGETAHUAN INDONESIA (P2SMTP-LIPI)
Kawasan Puspiptek Gedung 417 Setu, Tangerang Selatan, Banten Indonesia
Telp : (+62-21) 7560 227, 75871137, 75871130, Fax : (+62-21)7560227, 75871137
email : smtp@mail.lipi.go.id, amteq@mail.lipi.go.id, bkj@ujimutu.com, sp_pustan@mail.lipi.go.id