Loading.....
PENELITIAN | PENGUJIAN | PELATIHAN | BIMBINGAN TEKNIS

[Keamanan Pangan]: Kajian untuk Meningkatkan Kesadaran Pebisnis Makanan dengan Berpedoman Pada Sistem Manajemen Keamanan Pangan

Peningkatan Kemampuan Peneliti dan Perekayasa (PKPP) adalah Program Insentif dari Kementerian Negara Riset dan Teknologi untuk Peningkatan Kemampuan Peneliti dan Perekayasa yang menekankan aspek pemanfaatan hasil litbangyasa dalam rangka mendukung perwujudan sistem inovasi daerah (SIDa), sistem inovasi nasional (SINas), pelaksanaan Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI).

Dalam rangka menghadapi masa depan di bidang keamanan pangan, di samping memproduksi bahan pangan adalah hal yang penting, tidak kalah pentingnya adalah mengolah bahan pangan tersebut menjadi makanan yang siap saji agar aman dikonsumsi dalam sebuah sistem manajemen yang dikenal secara internasional dengan tetap menguntungkan secara bisnisnya. Kegiatan ini dilakukan untuk meningkatkan kesadaran pebisnis makanan dengan berpedoman pada sistem manajemen keamanan pangan yang telah dikenal secara luas, yaitu ISO 22000 dan cara pengelolaan bisnis yang lebih baik yang dikenal di Eropa dengan istilah Safer Food Better Business dan Cook Safe yang kemudian disesuaikan cara dan kebutuhan lokal. Peningkatan yang dimaksud dilakukan melalui pelatihan manajemen dan kegiatan praktis, yang dalam kegiatan ini dilakukan di wilayah Kota Tangerang Selatan dan Kota Serang Provinsi Banten.

Secara umum, ISO 22000 merupakan persyaratan Sistem Manajemen Keamanan Pangan untuk perusahaan yang perlu memenuhi persyaratan keamanan pangan global. Standar ini diterapkan pada keseluruhan rantai makanan baik untuk food maupun feed (pakan ternak) dari hulu hingga hilir, mulai dari pertanian/peternakan hingga makanan siap saji.

Seperti pada kegiatan kajian pada umumnya tim kajian manajemen keamanan pangan ini diawali dengan penyiapan materi pelatihan yang berasal pada beberapa standar, perundang-undangan dan peraturan terkait, dan beberapa literatur yang berhubungan dengan kajian pangan. Untuk memperkuat kajian ini, tim kajian manajemen keamanan pangan bekerjasama dengan salah satu pakar pangan dari IPB Bogor.

Tim ini juga melakukan survai atau penilaian terhadap rumah makan yang telah disepakati ketentuannya melalui Nota Kesepakatan yang telah ditandatangani oleh P2SMTP-LIPI dan masing-masing rumah makan tersebut. Nota kesepakatan ini sebagai bahan pertimbangan untuk menyusun materi pelatihan. Pelatihan pertama diadakan di Kota Serang pada bulan Mei 2012 yang bertempat di salah satu mitra tim kajian pangan, yaitu Rumah Makan Pecel Lele "Lela", Serang Banten, sedangkan pelatihan kedua dilaksanakan di Tangerang Selatan pada bulan Juni 2012 yang bertempat di "Telaga Seafood Restaurant", BSD Tangerang Selatan. Masing-masing pelatihan dilakukan selama dua hari dan diikuti oleh peserta yang mewakili rumah makan atau usaha katering mitra, yakni 3 rumah makan/katering dari Serang dan 4 rumah makan dari Serang.

Sebelum pelatihan dimulai, tim kajian manajemen keamanan pangan ini mencari informasi kemampuan peserta melalui Pre-test, kemudian ketika materi telah disampaikan pada akhir hari kedua, dilanjutkan dengan Post-test. Materi yang disampaikan meliputi:

  • Mengenal HACCP (Harzard Analytical and Critical Control Points);

  • Mengenal SNI ISO 22000:2009;

  • Cara Penanganan agar Masakan Anda Aman;

  • Mengenal Foodborne Diseases;dan 

  • Praktikum dan Contoh Manajemen HACCP: Identifikasi, Kendali Kritis, Aturan Setempat, dan Formulir untuk Perekaman.

Usai pelatihan, ketika dilakukan pembicaraan informal, peserta umumnya menghendaki adanya kegiatan pelatihan semacam ini dilakukan secara berkala dan berkesinambungan sehingga keamanan pangan di tempat masing-masing usaha menjadi meningkat dan lebih terjamin.

Dalam waktu dekat selanjutnya, setiap rumah makan mitra tim kajian manajemen keamanan pangan ini akan mengikuti program penilaian secara individual dan bimbingan manajemen keamanan pangan di masing-masing tempat untuk membangun dan meningkatkan kesadaran keamanan pangan pada pelaksanaan bisnisnya dan tentu saja pada akhirnya akan memberikan keuntungan secara finansial dan membesarkan dan memperluas usaha serta memberikan kontribusi, baik secara finansial maupun pemanfaatan tenaga kerja, dan akhirnya kesejahteraan yang semakin tersebar.

Jika kegiatan ini dinilai berhasil oleh penilai yang berwenang, Ketua Tim Kajian Manajemen Keamanan Pangan PKPP ini menginginkan untuk melanjutkan ke tingkat yang lebih jauh, yaitu membimbing rumah makan yang berhasil meningkatkan kesadaran keamanan pangannya untuk memperoleh pengakuan secara internasional sebagai salah satu kegiatan pada mata rantai pangan yang dapat diandalkan, yang tidak kalah dengan negara lainnya.

Diposting oleh syah, jak, sg Pada 11-Juli-2012 20:56:00

Kembali Share via facebook

   
PUSAT PENELITIAN SISTEM MUTU DAN TEKNOLOGI PENGUJIAN
LEMBAGA ILMU PENGETAHUAN INDONESIA (P2SMTP-LIPI)
Kawasan Puspiptek Gedung 417 Setu, Tangerang Selatan, Banten Indonesia
Telp : (+62-21) 7560 227, 75871137, 75871130, Fax : (+62-21)7560227, 75871137
email : smtp@mail.lipi.go.id, amteq@mail.lipi.go.id, bkj@ujimutu.com, sp_pustan@mail.lipi.go.id