Loading.....
PENELITIAN | PENGUJIAN | PELATIHAN | BIMBINGAN TEKNIS

Memahami Pentingnya Sistem Manajemen Mutu: Model Penghargaan Nasional di Bidang Kesehatan

Apa yang ada di benak anda ketika mendengar pelayanan di bidang kesehatan? Rumah Sakit, beserta gedungnya yang berwarna putih? Bisa dibayangkan pula, betapa tidak nyamannya kita, ketika dalam keadaan sakit diberikan pelayanan yang buruk pula dari pihak Rumah Sakit.

Apabila kita melakukan penelusuran di internet, ternyata kita akan menemukan banyak keluhan pelanggan terhadap pelayanan di bidang kesehatan yang menghiasi berbagai media. Mulai dari kasus Prita tentang perlakuan yang tidak menyenangkan pihak rumah sakit terhadap dirinya, masalah pendingin ruangan dan air di sebuah rumah sakit umum milik negara, hingga masalah yang paling baru adalah masalah buruknya pelayanan rumah sakit dalam melakukan pelayanan pasien asuransi BPJS (Badan Penyelenggaran Jaminan
Sosial).

Sebetulnya, keluhan pelanggan dapat diminimalisir dengan berbagai cara. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan mempraktekkan konsep-konsep sistem manajemen mutu dengan baik. Para peneliti telah menyatakan bahwa penerapan manajemen mutu yang baik dapat meningkatkan kepuasan pelanggan, diantaranya Psomas dan Kafetzopoulos (2014); Feng dkk (2008) dan To dkk (2011). Untuk menerapkan sistem manajemen mutu, salah satu upaya yang dapat ditempuh oleh organisasi adalah dengan mengadopsi international best practice. Lebih spesifik, sistem manajemen mutu berdasarkan model penghargaan nasional dapat menjadi alternatif. Model penghargaan nasional mengarahkan organisasi untuk menjadi “excellent”, tidak sekedar baik. Di dunia, terdapat berbagai model penghargaan nasional yang telah terbukti efektifitasnya. Diantaranya, Malcom Baldrige National Quality Award yang terbukti efektif di Amerika Serikat (AS), Deming Prize yang mampu meningkatkan produktivitas dan kualitas di Jepang, European Foundation of Quality Management yang cukup populer di kawasan Eropa, dan lain sebagainya.

Di Indonesia sendiri, penghargaan untuk badan usaha yang menerapkan manajemen mutu secara khusus telah diakomodir oleh Indonesian Quality Award Foundation. Indonesian Quality Award Foundation adalah badan yang memberikan penghargaan Indonesian Quality Award (IQA) kepada badan usaha – badan usaha yang dianggap terbaik dalam usaha penerapan manajemen mutu. Indonesian Quality Award Foundation secara spesifik telah melakukan klasifikasi pemberian penghargaan berdasarkan sektor, dan salah satunya adalah sektor kesehatan. Dalam menyusun kriteria Quality Award, Indonesian Quality Award Foundation mengadopsi kerangka berpikir Malcom Baldridge National Quality Award di AS, dari definisi, konsep nilai hingga kepada pembagian kelas penerima penghargaan.

Di AS, penghargaan MBNQA telah menghasilkan beberapa pemenang dari sektor kesehatan. Berbagai lembaga yang menerima penghargaan tersebut dapat dilihat pada tabel berikut. Namun, penulis tidak menemukan satu rumah sakit maupun klinik manapun yang menerima penghargaan IQA. Satu – satunya perusahaan yang sedikit bersinggungan dengan bidang kesehatan adalah PT. Askes yang menerima penhargaan ini pada tahun 2008. Tetapi, bisnis utama PT Askes tidaklah langsung dalam melakukan perbaikan kesehatan masyarakat. (Muh. Azwar Massijaya)

Rumah sakit ataupun klinik yang ada di Indonesia lebih mengenal sistem manajemen mutu ISO 9001. Hal ini bagus, namun agak disayangkan karena ISO 9001 itu sendiri merupakan hanyalah “suatu standar minimal” untuk dapat menerapkan manajemen mutu dengan baik. ISO 9001 hanya akan membawa perusahaan kepada kategori “baik” bukannya “hebat”. 

Diposting oleh hard Pada 04-Agustus-2016 19:53:40

Kembali Share via facebook
   
PUSAT PENELITIAN SISTEM MUTU DAN TEKNOLOGI PENGUJIAN
LEMBAGA ILMU PENGETAHUAN INDONESIA (P2SMTP-LIPI)
Kawasan Puspiptek Gedung 417 Setu, Tangerang Selatan, Banten Indonesia
Telp : (+62-21) 7560 227, 75871137, 75871130, Fax : (+62-21)7560227, 75871137
email : smtp@mail.lipi.go.id, amteq@mail.lipi.go.id, bkj@ujimutu.com, sp_pustan@mail.lipi.go.id