Loading.....
PENELITIAN | PENGUJIAN | PELATIHAN | BIMBINGAN TEKNIS

Quality Award untuk Usaha Kecil dan Menengah (UKM)

Unit Usaha Kecil dan Menengah (UKM) mempunyai posisi yang sangat penting dalam menopang perekonomian Indonesia. Definisi UKM mengacu kepada Undang – Undang Republik Indonesia nomor 20 Tahun 2008 tentang Usaha Mikro, Kecil dan Menengah. Dalam Undang – Undang tersebut IKM didefinisikan secara terpisah, yaitu ; usaha kecil memiliki kekayaan bersih Rp.50 juta – Rp.500 juta tidak termasuk tanah, bangunan dan penjualannya berkisar antara 300 juta dan Rp. 2,5 miliar rupiah. Sementara itu kriteria usaha menengah adalah usaha yang kekayaan bersihnya berkisar antara Rp.500 juta – Rp. 10 miliar dengan penjualan tahunan berkisar antara Rp.2,5 miliar – Rp. 50 miliar.    

Berdasarkan data sementara Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah, taksiran jumlah UMKM di Indonesia pada tahun 2013 mencapai 57.895.721 unit usaha. Kelompok usaha ini menyumbang sekitar 60,34 % Pendapatan Domestik Bruto (PDB) sementara usaha besar menyumbang sebesar 39,66%2 dan terbukti menjadi pihak yang tangguh dalam menahan krisis global. UKM juga berfungsi sebagai sarana untuk  mengurangi pengangguran(Sriyana, 2010) meskipun pendayagunaannya belum berfungsi secara optimal(Sihono, 2005). Kelebihan UKM menahan krisis global ini disebabkan berbagai hal, diantaranya : 1) inovasi dan teknologi yang relatif mudah, 2) hubungan antar personel yang baik, dan 3) fleksibilitas tinggi.

Saat ini, pemerintah memiliki kekhawatiran mengenai stabilitas UKM dalam menghadapi zona perdagangan bebas (Widodo, 2012). Lebih lanjut Hafsah(2004) menerangkan bahwa UKM memiliki berbagai permasalahan internal, seperti 1) kurangnya permodalan, 2) SDM yang terbatas, dan 3) lemahnya jaringan usaha dan kemampuan penetrasi pasar.

Sebetulnya, salah satu cara yang dapat pemerintah lakukan untuk meningkatkan daya saing UKM dalam rangka menahan serbuan barang dari luar negeri adalah dengan menggalakkan program yang sifatnya memperbaiki sistem manajemen mutu. Hal ini telah dilakukan oleh pemerintah Amerika Serikat, dengan memberikan penghargaan mutu bagi UKM yang telah berhasil menerapkan manajemen mutu sehingga memperoleh kinerja yang baik. Seperti yang kita ketahui, sudah jamak penelitian yang telah membuktikan adanya korelasi yang positif antara  penerapan sistem manajemen mutu dan kinerja (Jang dan Lin, 2008; Feng dkk., 2008; To dkk., 2011).Penghargaan yang diberikan secara berkala oleh pemerintah Amerika Serikat untuk perusahaan yang berhasil menerapkan sistem manajemen mutu dengan baik bernama Malcom Bladrige National Quality Award (MBNQA) atau biasa dikenal dengan kriteria Baldrige. Terdapat enam kategori yang terdapat pada MBNQA yang diselenggarakan oleh pemerintah AS, yaitu sektor pendidikan, kesehatan, manufaktur, organisasi non profit, jasa dan bisnis kecil. Menurut The National Institute of Standards and Technology (2014), berikut adalah beberapa nama unit bisnis kecil yang berhasil mendapatkan penghargaan MBNQA.

  1. MESA (2012)
  2. Freese and Nichols Inc. (2010)
  3. K&N Management (2010)
  4. Studer Group (2010)
  5. midwayUSA (2009)
  6. PRO-TEC Coating Company (2007)
  7. MESA Products, Inc.  (2006)

 

 Salah satu kelebihan yang dimiliki oleh MBNQA adalah, mereka mewajibkan bagi pihak pemenang untuk membuka rahasia keberhasilan penerapan sistem manajemen mutu yang mereka miliki sehingga perusahaan lain bisa meniru sehingga secara tidak langsung dapat mendorong perbaikan implementasi sistem manajemen mutu secara nasional.

Nah, kriteria MBNQA inilah yang kemudian diadopsi oleh Indonesian Quality Award Foundation untuk menilai perusahaan yang telah mengimplementasikan penerapan sistem manajemen mutu yang baik. Namun, penerapannya masih terbatas pada kategori Perguruan Tinggi (Bidang Pendidikan), Organisasi Kategori Menengah (Bidang Bisnis), Organisasi Kategori Besar (Bidang Bisnis) dan  masih belum melingkupi sektor usaha kecil dan menengah.

Untuk ranah badan pemerintah, Badan Standardisasi Nasional (BSN) juga telah ikut berupaya mendukung UKM ini melalui program SNI Award. Program ini mirip dengan analisis kriteria Baldrige, tetapi berbasis sistem manajemen mutu ISO 9000.

Sebetulnya, instansi yang memiliki tugas untuk mengembangkan sektor UKM adalah Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Peraturan Pemerintah No. 26 Tahun 2015). Namun hingga saat ini gaung kementerian tersebut untuk melindungi UKM masih kurang dipromosikan di media massa. Hal tersebut sangat disayangkan mengingat peran UKM yang besar dalam menahan krisis dan mengurangi pengangguran. (Muh. Azwar Massijaya)

 

 

 Referensi

Feng dkk. 2008. Relationship of ISO 9001:2000 Quality System certification With Operational and Business Performance. A Survey in Australia and New Zealand – Based Manufacturing and Service Companies. Journal of Manufacturing Technology Management. Vol. 19 No.1. pp. 22 – 37.

Kementerian Koperasi dan UKM, 2015.  Data Usaha Mikro, Kecil, Menengah (UMKM) dan Usaha Besar (UB) Tahun 2012 - 2013. http://www.depkop.go.id/index.php?option=com_phocadownload&view=category&id=118:data-umkm-2013&Itemid=93 [ diakses 9 September 2015 ]

Hafsah, M.J. 2004. Upaya Pengembangan Usaha Kecil dan Menengah (UKM).  Infokop Nomor 25 Tahun XX, 2004.

Jang dan Lin. 2008. An Integrated Framework for ISO 9000 motivation, Depth of ISO Implementation and Firm Performance. The Case of Taiwan. Journal of Manufacturing Technology Management. Vol. 19 No.2. pp. 194 – 216.

Sihono, T. 2005. Usaha Kecil Menengah (UKM) dan Upaya Mengatasi Pengangguran. Jurnal Economia, Vol. 1 No. 1. Pp 70 – 85.

Sriyana, J. 2010. Strategi Pengembangan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Studi Kasus di Kabupaten Bantul. Simposium Nasional : Menuju Purworejo Dinamis dan Kreatif.

The National Institute of Standards and Technology, 2014. Baldrige Award Recipients Information. http://patapsco.nist.gov/Award_Recipients/ [ diakses 8 September 2015 ]

 

To, dkk. (2011). ISO 9001:2000 Implementation in The Public Sector. A Survey in Macao SAR, The People’s Republic of China. The TQM Journal. Vol.23. No. 1. Pp. 59 – 72.

Widodo, J. 2012. Mutu Produk UKM harus ditingkatkan agar bisa bersaing. Antara Jateng.Com. http://www.antarajateng.com/detail/mutu-produk-ukm-harus-ditingkatkan-agar-bisa-bersaing.html [ diakses 7 September 2015 ].

 

EDISI : #3/I/September 2015

Diposting oleh Hard Pada 24-Agustus-2016 19:55:04

Kembali Share via facebook
   
PUSAT PENELITIAN SISTEM MUTU DAN TEKNOLOGI PENGUJIAN
LEMBAGA ILMU PENGETAHUAN INDONESIA (P2SMTP-LIPI)
Kawasan Puspiptek Gedung 417 Setu, Tangerang Selatan, Banten Indonesia
Telp : (+62-21) 7560 227, 75871137, 75871130, Fax : (+62-21)7560227, 75871137
email : smtp@mail.lipi.go.id, amteq@mail.lipi.go.id, bkj@ujimutu.com, sp_pustan@mail.lipi.go.id