Loading.....
PENELITIAN | PENGUJIAN | PELATIHAN | BIMBINGAN TEKNIS

Quality Guru : Joseph M. Juran

Pada edisi pertama majalah ini, penulis telah menyampaikan biografi dari seorang tokoh kualitas yaitu William Edwards Deming dan pemikirannya yang telah memberikan konstribusi siginifikan dalam perkembangan manajemen kualitas. Pada tulisan kedua ini, penulis akan menyampaikan biografi dari seorang tokoh kualitas (quality guru) lainnya yang tidak kalah penting kontribusinya di dunia manajeman kualitas. Tokoh tersebut yaitu Joseph M. Juran

            Menurut catatan Encyclopædia Britanni, Joseph M. Juran lahir pada tanggal  24 Desember 1904 di Braila, Moldova. Beliau adalah anak dari seorang pembuat sepatu di daerah tersebut. Joseph M. Juran meninggal pada tanggal 28 Februari 2008 di Rye, New York, Amerika. Encyclopædia Britanni juga menyebutkan bahwa Joseph M. Juran merupakan seorang tokoh yang karismatik, diakui di seluruh dunia atas kontribusi yang luas di bidang manajemen kualitas. Beliau merupakan salah satu tokoh terkemuka di bidang manajemen kualitas total. Juran terdaftar di Universitas Minnesota pada tahun 1920 dan menjadi orang pertama di keluarganya yang masuk pendidikan tinggi. Pada tahun 1924, Juran bergabung dengan Laboratorium Bell sebagai seorang insinyur. Dua tahun kemudian, beliau dan dua orang rekannya ditugaskan ke departemen baru untuk mengerjakan (apa yang dikenal hari ini sebagai) pengendalian kualitas statistik (statistical quality control).

Pada tahun 1926, sebuah tim pelopor pengendalian kualitas statistik dari Laboratorium Bell menerapkan program baru pada pabrik Hawthorne. Program tersebut berupa implementasi tool-tool dan teknik baru. Untuk mendukung program tersebut, diperlukan adanya pelatihan dan Juran terpilih sebagai salah satu dari 20 peserta dalam program pelatihan tersebut. Karya tulis pertama Juran yaitu tentang metode statistik yang diterapkan di manfaktur.

Tahun 1937, Juran diangkat menjadi kepala teknik industri di kantor pusat Western Electric di New York. Beliau mengunjungi perusahaan lain untuk mendiskusikan tentang kualitas dan teknik industri, dan sampai akhirnya menemukan apa yang disebut dengan prinsip “Pareto”. 

Pada tahun 1941 Juran diperbantukan sebagai administrator asisten untuk Lend-Lease Administration di Washington selama empat tahun. Selama bertugas di sana, Juran berhasil meningkatkan efisiensi proses, mengurangi jumlah dokumen yang berlebihan dan dengan demikian mempercepat kedatangan pasokan ke luar negeri. Pendekatan ini biasa dikenal dengan Business Process Re-engineering (BPR).    

Pada tahun 1951, ia menerbitkan handbook kontrol kualitas yang menaikan reputasinya sehingga ia mempunyai otoritas di bidang kualitas. Pasca peluncuran handbook tersebut, permintaan untuk mengisi perkuliahan dan menjadi konsultan banyak berdatangan. Pada tahun 1954, ia menyampaikan serangkaian kuliah di Jepang atas undangan dari persatuan ilmuwan dan insinyur Jepang. Pada tahun 1979, Juran mendirikan Juran Institute dengan tujuan meningkatkan kesadaran atas ide-ide yang disampaikannya. Juran juga  memperkenalkan Malcolm Baldrige National Quality Award.

Artikel “The Original Quality Gurus” mengungkap bahwa pemikian Juran yang terkenal adalah trilogi kualitas yang terdiri dari perencanaan kualitas, peningkatan kualitas, dan pengendalian kualitas. Trilogi ini mengatakan bahwa manajemen kualitas yang baik terdiri tiga hal tersebut. Dalam perencanaan kualitas dilakukan identifikasi pelanggan dan kebutuhannya, penerjemahan kebutuhan pelanggan ke dalam bahasa teknis, pengembangan produk untuk memenuhi kebutuhan pelanggan, dan optimalisasi fitur produk yang memenuhi kebutuhan perusahaan dan pelanggan. Pengembangan proses yang mampu menghasilkan produk dan optimalisasi proses tersebut dilakukan dalam rangka peningkatan kualitas. Untuk mengendalikan kualitas, perusahaan harus memastikan bahwa proses yang telah dikembangkan dapat menghasilkan produk dalam kondisi operasi dengan inspeksi yang minimal. Selain itu, perusahaan juga harus mentransfer proses ke dalam operasi.

Pemikiran Juran lainnya yaitu ia percaya bawah kualitas berhubungan dengan kepuasan dan ketidakpuasan pelanggan terhadap produk. Ia menekankan perlunya peningkatan kualitas berkelanjutan melalui perbaikan pada hal-hal yang kecil, yang dilakukan di seluruh organisasi. Menurut Juran, terdapat sepuluh langkah untuk peningkatan kualitas, yaitu :

  1. Membangun kesadaran akan kebutuhan dan peluang perbaikan
  2. Menetapkan tujuan perbaikan
  3. Mengorganisir untuk mencapai tujuan
  4. Memberikan pelatihan
  5. Melaksanakan proyek untuk memecahkan masalah
  6. Melaporkan kemajuan
  7. Memberikan pengakuan/penghargaan
  8. Mengkomunikasikan hasil
  9. Mencatat skor/nilai
  10. Mempertahankan momentum dengan menjadikan perbaikan tahunan sebagai bagian dari proses reguler perusahaan

(Medi Yarmen)

EDISI : #3/I/September 2015

Diposting oleh Hard Pada 24-Agustus-2016 22:15:48

Kembali Share via facebook
   
PUSAT PENELITIAN SISTEM MUTU DAN TEKNOLOGI PENGUJIAN
LEMBAGA ILMU PENGETAHUAN INDONESIA (P2SMTP-LIPI)
Kawasan Puspiptek Gedung 417 Setu, Tangerang Selatan, Banten Indonesia
Telp : (+62-21) 7560 227, 75871137, 75871130, Fax : (+62-21)7560227, 75871137
email : smtp@mail.lipi.go.id, amteq@mail.lipi.go.id, bkj@ujimutu.com, sp_pustan@mail.lipi.go.id