Loading.....
PENELITIAN | PENGUJIAN | PELATIHAN | BIMBINGAN TEKNIS

Potensi PTS

Kebutuhan energi di Indonesia terutama energi listrik terus meningkat dari tahun ke tahun sedangkan cadangan sumber energinya semakin menurun. Saat ini konsumsi energi di Indonesia masih didominasi oleh minyak bumi, gas, dan batu bara. Dengan pertumbuhan konsumsi energi yang cepat, diperkirakan Indonesia akan menjadi importir minyak bumi dalam waktu dekat jika tanpa ada perencanaan penggunaan sumber daya energi baru dan menggalakkan upaya efisiensi energi. Pada tahun 2015, kebutuhan energi listrik duia mencapai hampir 20 trilyun kWh sedangkan sumber energi dari minyak dan gas bumi hanya mampu menyumbang sebesar 12,4 trilyun kWh saja. Kondisi tersebut sangat mengkhawatirkan mengingat minyak dan gas bumi yang selama ini menjadi sumber energi primer suatu saat akan habis, bahkan di Indonesia diperkirakan dalam waktu 18 tahun lagi akan habis. Salah satu solusi adalah dengan penggunaan sumber energi terbarukan. Penggunaan energi terbarukan dapat dimulai di daerah terpencil atau pulau terpencil. Di Indonesia sangat strategis mengingat di daerah- daerah tersebut masih minim sekali tersedianya jaringan listrik PLN.

Energi surya merupakan salah satu contoh dari sumber energi terbarukan yang cukup potensial untuk dikembangkan di Indonesia. Indonesia mempunyai luas sekitar 2 juta km2, energi surya yang dapat dibangkitkan untuk luas Indonesia sekitar 4,8kWh/m2/hari atau setara 112.000 GWp yang didistribusikan.Keunggulan energi surya dibandingkan energi fosil antara lain :1. Sumber energi mudah didapatkandisemua lokasi terbuka2. Ramah lingkungan3. Sesuai untuk berbagai macam kondisi geografis4. Instalasi, pengoperasian, dan perawatan mudah dan cepat5. Listrik dari energi surya dapat disimpan dalam bateraiEnergi radiasi matahari dapat diubah menjadi energi listrik dengan menggunakan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) atau disebut juga dengan teknologi photovoltaic (PV) yang terbuat dari bahan semikonduktor. Hanya saja implementasinya membutuhkan area yang luas dan yang dapat menyerap sinar matahari secara langsung.Teknologi PV yang dimanfaatkan untuk PLTS berupa sistem terpusat (centralized), sistem tersebar (stand alone), dan sistem hibrida (hybrid system). Konfigusasi sistem PLTS berdasarkan fungsinya dibagi menjadi dua1. Sistem stand-alone atau disebut juga off grid : Sistem PLTS ini berdiri sendiri dan terpisah dari jaringan PLN biasanya digunakan untuk mensupplai jaringan dalam lingkup tertentu.2. Sistem Grid-Connected atau disebut juga on grid : sistem PLTS yang diintegrasikan dengan jaringan PLN sehingga membutuhkan inventer yang disinkronisasikan dengan jaringan PLN.Sumber :”Master Plan Pembangunan Ketenagalistrikan 2015 s.d. 2025”, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia. Kebutuhan energi di Indonesia terutama energi listrik terus meningkat dari tahun ke tahun sedangkan cadangan sumber energinya semakin menurun. Saat ini konsumsi energi di Indonesia masih didominasi oleh minyak bumi, gas, dan batu bara. Dengan pertumbuhan konsumsi energi yang cepat, diperkirakan Indonesia akan menjadi importir minyak bumi dalam waktu dekat jika tanpa ada perencanaan penggunaan sumber daya energi baru dan menggalakkan upaya efisiensi energi. Pada tahun 2015, kebutuhan energi listrik duia mencapai hampir 20 trilyun kWh sedangkan sumber energi dari minyak dan gas bumi hanya mampu menyumbang sebesar 12,4 trilyun kWh saja. Kondisi tersebut sangat mengkhawatirkan mengingat minyak dan gas bumi yang selama ini menjadi sumber energi primer suatu saat akan habis, bahkan di Indonesia diperkirakan dalam waktu 18 tahun lagi akan habis. Salah satu solusi adalah dengan penggunaan sumber energi terbarukan. Penggunaan energi terbarukan dapat dimulai di daerah terpencil atau pulau terpencil. Di Indonesia sangat strategis mengingat di daerah- daerah tersebut masih minim sekali tersedianya jaringan listrik PLN.

Energi surya merupakan salah satu contoh dari sumber energi terbarukan yang cukup potensial untuk dikembangkan di Indonesia. Indonesia mempunyai luas sekitar 2 juta km2, energi surya yang dapat dibangkitkan untuk luas Indonesia sekitar 4,8kWh/m2/hari atau setara 112.000 GWp yang didistribusikan.Keunggulan energi surya dibandingkan energi fosil antara lain :1. Sumber energi mudah didapatkandisemua lokasi terbuka2. Ramah lingkungan3. Sesuai untuk berbagai macam kondisi geografis4. Instalasi, pengoperasian, dan perawatan mudah dan cepat5. Listrik dari energi surya dapat disimpan dalam bateraiEnergi radiasi matahari dapat diubah menjadi energi listrik dengan menggunakan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) atau disebut juga dengan teknologi photovoltaic (PV) yang terbuat dari bahan semikonduktor. Hanya saja implementasinya membutuhkan area yang luas dan yang dapat menyerap sinar matahari secara langsung.Teknologi PV yang dimanfaatkan untuk PLTS berupa sistem terpusat (centralized), sistem tersebar (stand alone), dan sistem hibrida (hybrid system). Konfigusasi sistem PLTS berdasarkan fungsinya dibagi menjadi dua1. Sistem stand-alone atau disebut juga off grid : Sistem PLTS ini berdiri sendiri dan terpisah dari jaringan PLN biasanya digunakan untuk mensupplai jaringan dalam lingkup tertentu.2. Sistem Grid-Connected atau disebut juga on grid : sistem PLTS yang diintegrasikan dengan jaringan PLN sehingga membutuhkan inventer yang disinkronisasikan dengan jaringan PLN.Sumber :”Master Plan Pembangunan Ketenagalistrikan 2015 s.d. 2025”, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia. (Qudsiyyatul Lailiyah)

Sumber: blog intra.lipi.go.id

Diposting oleh hard Pada 15-November-2016 14:32:33

Kembali Share via facebook
   
PUSAT PENELITIAN SISTEM MUTU DAN TEKNOLOGI PENGUJIAN
LEMBAGA ILMU PENGETAHUAN INDONESIA (P2SMTP-LIPI)
Kawasan Puspiptek Gedung 417 Setu, Tangerang Selatan, Banten Indonesia
Telp : (+62-21) 7560 227, 75871137, 75871130, Fax : (+62-21)7560227, 75871137
email : smtp@mail.lipi.go.id, amteq@mail.lipi.go.id, bkj@ujimutu.com, sp_pustan@mail.lipi.go.id