Loading.....
PENELITIAN | PENGUJIAN | PELATIHAN | BIMBINGAN TEKNIS

Laboratorium Electro Magnetic Compatibility

Electromagnetic Compatibility yang sering disingkat EMC adalah kemampuan suatu peralatan atau sistem untuk beroperasi secara normal dilingkungan elektromagnetik tanpa terpengaruh maupun menghasilkan interferensi terhadap lingkungannya. EMC berarti menghindari gangguan ke peralatan lain akibat interferensi melalui konduksi, radiasi atau induksi. Dengan kata lain, tidak terpengaruh dan menyebabkan interferensi pada sistem yang lain maupun menyebabkan interferensi pada dirinya sendiri. Untuk memenuhi sasaran tersebut, maka EMC dibagi menjadi dua bagian. EMI (Electromagnetic Interference) berhubungan dengan energi elektromagnetik yang dibangkitkan dan menghindari gangguan kelingkungan sekitar. EMS (Electromagnetic Susceptibility) berhubungan dengan kemampuan perlatan beroprasi normal apabila terkena gangguan-gangguan elektromagnetik dari lingkungan. EMC selain berkaitan dengan mutu dan kualitas suatu produk, juga erat kaitanya dengan tingkat keamanan dan keselamatan bagi pemakainya. 


Kompetensi :

Untuk kepentingan pengujian EMI dan EMS, Laboratorium EMC Puslit SMTP-LIPI telah mengembangkan berbagai sarana pengujian EMC antara lain Anechoic Chamber, GTEM, Shielded Room Conducted Emission Test, Shielded Room Immunity Test, Burst, Surge, Voltage Dips/Interruptions, ESD dan Power-frequency Magnetic.

Peralatan yang dimiliki :

  • 3m Anechoic Chamber (Radiated Emission Test) :
    Ruangan ini merupakan jenis Hybrid Anechoic Chamber yang memiliki shielding effectiveness hingga 18 GHz. Ruangan ini dilengkapi pintu geser semi otomatis, ruang kontrol, kamera CCTV berwana, distribution power cabinet, RF-Noise illumination, turntable berdiameter 2 m dan antenna mast yang dikontrol secara elektronis untuk pengamatan pada ketinggian 0,9 - 4 m.

    Batasan dan metode uji
    1. CISPR 11, diterapkan pada peralatan yang didesain untuk mengahasilkan energi gelombang radio (RF) untuk tujuan industri, ilmu pengetahuan dan kesehatan.
    2. CISPR 13, diterapkan pada penerima siaran radio dan televisi atau dari pemancar yang sejenis serta peralatan-peralatan pelengkapnya.
    3. CISPR 22, diterapkan pada peralatan Teknologi Informasi (ITE).
    4. Standar lain yang telah dipublikasikan dan tertelusur (traceable) secara internasional.
  • Shielded Room Conducted Emission Test :
    Sebuah ruangan berukuran 9m x 4m x 2.5m shielding performance 110dB (30kHz – 1 GHz) yang digunakan untuk pengujian gangguan elektromagnetik secara konduksi seperti emisi konduksi pada terminal antena, Radiated Power Emission, pengukuran RF power dengan clamp system, gangguan konduksi diskontinu, “Click” analyser.

    Batasan dan metode uji
    1. CISPR 11, diterapkan pada peralatan yang didesain untuk mengahasilkan energi gelombang radio (RF) untuk tujuan industri, ilmu pengetahuan dan kesehatan.
    2. CISPR 13, diterapkan pada penerima siaran radio dan televisi atau dari pemancar yang sejenis serta peralatan-peralatan pelengkapnya.
    3. CISPR 14, diterapkan pada motor listrik dan peralatan thermal bagi rumah tangga, alat-alat listrik dan peralatan sejenis
    4. CISPR 15, diterapkan pada lampu listrik dan peralatan sejenis.
    5. CISPR 22, diterapkan pada peralatan Teknologi Informasi (ITE).
    6. Standar lain yang telah dipublikasikan dan tertelusur (traceable) secara internasional.
  • Shielded Room Immunity Test :
    Sebuah ruangan yang digunakan untuk melakukan pengujian immunitas peralatan Audio/Video terhadap gangguan-gangguan elektromagnetik. Ruangan ini memiliki shielding performance 85dB (30MHz – 1GHz) yang terdiri atas 2 bagian, yaitu : ruang pengujian Conducted Immunity dan Radiated Immunity (Jacky Room).

    Batasan dan metode uji
    1. CISPR 20, diterapkan pada penerima siaran radio dan televisi serta peralatan pelengkapnya. Metode uji yang digunakan :
      1. S1   : Input Immunity
      2. S2I  : Induced Voltage
      3. S2V : RF CM Voltage
      4. S3   : Radiated Field
      5. S4   : Screening Effectiveness
    2. Standar lain yang telah dipublikasikan dan tertelusur (traceable) secara internasional
  • Diagnosa Sistem Radiasi dengan GTEM :
    GTEM atau Gigahertz Tranverse Electromagnetic merupakan sebuah sistem yang digunakan sebagai alternatif pengujian EMC. Keistimewaan GTEM adalah mampu mensimulasikan lingkungan medan elektromagnet tanpa menyebabkan penggandaan pancaran medan yang dihasilkan oleh bidang pentanahan. Keuntungan GTEM yang lain adalah:
    1. memiliki struktur yang dapat berfungsi sebagai pemacar dan penerima serta tidak memerlukan penggantian antena untuk rentang frekuensi yang berbeda
    2. memiliki homogenitas medan yang tinggi
    3. sangat tertutup tanpa perlu khawatir gangguan elektromagnet dari luar
    4. objek uji dapat diputar pada ketiga sumbu ortogonalnya sehingga emisinya dapat terukur dari semua
    5. lebih murah dibandingkan OATS dan anechoic chamber
    Namun, pengukuran GTEM pada polarisasi silang masih dibawah pengukuran dengan OATS atau anechoic chamber. Selain itu, ukuran ojek uji juga terbatas karena tergantung dari dimensi GTEM yang digunakan.

    Batasan dan metode uji
    1. IEC 61000-4-3 lampiran D untuk pergujian emisi radiasi gelombang radio.
    2. CISPR 11, diterapkan pada peralatan yang didesain untuk mengahasilkan energi gelombang radio (RF) untuk tujuan industri, ilmu pengetahuan dan kesehatan.
    3. CISPR 13, diterapkan pada penerima siaran radio dan televisi atau dari pemancar yang sejenis serta peralatan-peralatan pelengkapnya.
    4. CISPR 22, diterapkan pada peralatan Teknologi Informasi (ITE).
    5. Standar lain yang telah dipublikasikan dan tertelusur (traceable) secara internasional.
  • Fast Transient Burst, Surge, Dips dan ESD
    Fast Transient Burst
    Pengujian ini bertujuan mengetahui unjuk kerja unit uji terhadap gangguan induktif yang dihasilkan dari pengoperasian komponen elektromekanik dengan beban pada saluran suplai daya dan saluran sinyal.

    Batasan dan Metode Uji
    1. IEC 60801-4 (1988), IEC 61000-4-4 (1995) Testing and measurement techniques – Electrical fast transient/burst immunity test.
    2. Standar lain yang telah dipublikasikan dan tertelusur (traceable) secara internasional

Diposting oleh jak Pada 01-Juli-2013 09:56:30

Kembali Share via facebook
   
PUSAT PENELITIAN SISTEM MUTU DAN TEKNOLOGI PENGUJIAN
LEMBAGA ILMU PENGETAHUAN INDONESIA (P2SMTP-LIPI)
Kawasan Puspiptek Gedung 417 Setu, Tangerang Selatan, Banten Indonesia
Telp : (+62-21) 7560 227, 75871137, 75871130, Fax : (+62-21)7560227, 75871137
email : smtp@mail.lipi.go.id, amteq@mail.lipi.go.id, bkj@ujimutu.com, sp_pustan@mail.lipi.go.id