Loading.....
PENELITIAN | PENGUJIAN | PELATIHAN | BIMBINGAN TEKNIS

TANTANGAN PENGEMBANGAN ALKES NASIONAL

Indonesia merupakan pangsa pasar yang besar untuk produk alat kesehatan (alkes) dengan lebih dari 252 juta jiwa penduduk yang dilayani oleh 2700 rumah sakit dan lebih dari 9700 puskesmas. Dalam kerangka perdagangan bebas, pasar alkes Indonesia yang sedemikian besar merupakan peluang bagi industri alkes nasional; jika dan hanya jika produk alkes nasional dapat bersaing dari sisi harga dan kualitas dengan produk mancanegara. Trade-off antara harga dan kualitas inilah yang kemudian menjadi tantangan terbesar bagi industri alkes nasional.

Dari sisi penyelenggara layanan kesehatan, investasi dalam invensi dan inovasi alat kesehatan telah memberikan kontribusi yang nyata dalam diagnosis dini penyakit dan teknik therapeutic; yang pada akhirnya memberikan keuntungan bagi pasien pengguna. Akan tetapi dari sisi industri, apapun besarnya manfaat bagi pasien, invensi dan inovasi yang dilakukan akan tetap dalam posisinya untuk mendukung tanggung jawab industri pada para pemegang saham, yang akan selalu mentargetkan keuntungan atas investasi yang ditanamkan.  

Dewasa ini, program invensi dan inovasi alkes diarahkan sebagai program kolaborasi antara lembaga riset dan industri. Dalam kolaborasi tersebut keberadaan periset (baik dari universitas maupun dari lembaga lainnya) bertujuan untuk menginduksi teknologi baru ke dalam pengembangan alkes. Sedangkan di sisi lain industri berperan sebagai penyeimbang antara hasrat untuk mengembangkan teknologi alkes dan tetap membuatnya profitable untuk dikomersialisasikan.

Dilihat dari 20 anggota ASPAKI tahun 2014 yang memproduksi alkes elektromedik, sebagian besar memproduksi alkes elektromedik berteknologi yang telah well proven. Disinyalir bahwa keengganan industri untuk berinvestasi pada invensi dan inovasi teknologi maju disebabkan tawaran keuntungan yang tidak terlalu menarik. Ditambah lagi bahwa pasar untuk produk alkes berteknologi rendah tersebut masih terbuka lebar dan menjanjikan keuntungan lebih nyata. Memang dari sisi bisnis, sikap pragmatis industri tersebut sangat bisa diterima, akan tetapi, orientasi pada keuntungan dapat menghambat kemandirian nasional dalam penyelenggaraan layanan kesehatan.

Dalam rencana aksi terkait pengembangan industri alat kesehatan terdapat kinerja yang menyatakan jumlah pembelian alkes nasional oleh instansi pemerintah dengan target kenaikan 100% dari tahun sebelumnya. Angka ini mengindikasikan pertumbuhan yang tinggi dari jumlah alkes yang siap diserap oleh pasar. Untuk mendukung pencapaian target ini, upaya untuk meminimalkan resiko yang mungkin timbul sejak dari desain produk sampai pada keberterimaan pasar harus dioptimalkan.

Di bagian lain dari rencana aksi tersebut, pemenuhan persyaratan keamanan, mutu dan manfaat, sudah menjadi salah satu tujuan dari pengembangan industri alkes nasional. Hal ini sejalan dengan optimalisasi usaha standardisasi alkes, yang semestinya, mulai diupayakan sejak dalam tahap idea conception. Hanya saja masih ditemui sampai saat ini bahwa penilaian kesesuaian desain alkes terhadap persyaratan keselamatan dan kinerja esensial, baru dimulai pada tahap akhir proses engineering. Hal ini dapat dikatakan sedikit terlambat bila terdapat ketidaksesuaian, lalu proses re-desain perlu dilakukan. Re-desain untuk tindakan perbaikan pada titik ini dapat memerlukan usaha dan dana yang tidak sedikit. Jadi, aspek kualitas perlu diperhatikan sejak awal desain teknologi baru tersebut dikembangkan untuk mengefisienkan proses inovasi teknologi alkes, yang berujung pada komersialisasi alkes berteknologi nasional.

Penulis: Dr. Ihsan Supono M.T.  

 

Sumber: intra.lipi.go.id

 

Diposting oleh hard Pada 09-Januari-2018 13:28:54

Kembali Share via facebook
   
PUSAT PENELITIAN SISTEM MUTU DAN TEKNOLOGI PENGUJIAN
LEMBAGA ILMU PENGETAHUAN INDONESIA (P2SMTP-LIPI)
Kawasan Puspiptek Gedung 417 Setu, Tangerang Selatan, Banten Indonesia
Telp : (+62-21) 7560 227, 75871137, 75871130, Fax : (+62-21)7560227, 75871137
email : smtp@mail.lipi.go.id, amteq@mail.lipi.go.id, bkj@ujimutu.com, sp_pustan@mail.lipi.go.id