Loading.....
PENELITIAN | PENGUJIAN | PELATIHAN | BIMBINGAN TEKNIS

MENGENAL LEBIH DEKAT SUPPLY CHAIN MANAGEMENT

Suply chain atau dalam bahasa Indonesia rantai pasok menurut Pujawan dan Mahendrawathi (2010)  merupakan jaringan perusahaan dalam hal ini supplier/pemasok, pabrik, distributor, toko atau ritel, serta perusahaan-perusahaan pendukung seperti perusahaan jasa logistik yang bekerja bersama untuk menciptakan dan mendistribusikan suatu produk sampai ke pengguna akhir. Supply chain dapat dikatakan jaringan fisiknya karena merupakan jaringan perusahaan, sedangakan Supply Chain Management (SCM) adalah ilmu, metode, alat, atau pendekatan dalam mengelola supply chain  tersebut.

 

SCM sendiri sudah dikenalkan sejak tahun 1982 oleh Oliver dan Weber dan terus berkembang sampai sekarang. Salah satu definisi SCM yang dikemukakan oleh Lambert dkk (1998) SCM merupakan Integrasi proses bisnis utama dari pengguna akhir melalui pemasok yang menyediakan produk, layanan, dan informasi yang memberi nilai tambah bagi pelanggan dan pemangku kepentingan lainnya. Ada 3 hal yang perlu dikelola oleh para anggota dalam supply chain yaitu aliran barang/jasa, aliran uang dan aliran informasi.

 

SCM vs Logistic

Banyak yang salah mengartikan atau menyinonimkan SCM dengan Logistik sehingga perlu kita bahas apa definisi logistik menurut para pakar. Salah satu definisi logistik yaitu menurut Prof. Senator Nur Bahagia “Logistik adalah bagian dari rantai pasok (supply chain) yang menangani arus barang, arus informasi dan arus uang melalui proses pengadaan (procurement), penyimpanan (storage), penghantaran / transportasi dan pelayanan (delivery services) yang sesuai dengan jenis, kualitas, jumlah, waktu dan tempat yang dikehendaki konsumen, mulai dari titik asal (point of origin) sampai dengan titik tujuan (point of destination).”

Dari teori-teori di atas SCM dapat dijelaskan secara mudah bahwa logistik merupakan bagian dari SCM, sedangkan SCM sendiri merupakan pendekatan yang digunakan untuk mengintegrasikan secara efisien Suppliers, Manufacturers, Warehouses, dan Distribution centers Sehingga produk yang dihasilkan dan didistribusikan dapat In the right quantities (dalam jumlah yang tepat), To the right locations (ketujuan yang tepat), And at the right time (pada saat yang tepat). Selain itu dengan integrasi tersebut diharapkan dapat meminimalkan biaya seluruh sistem dan persyaratan tingkat layanan (Service Level Agreement (SLA)) dapat tercapai sehingga dapat memuaskan pihak-pihak terkait.

 

 

 

Sasaran SCM bagi anggota Supply Chain yaitu meningkatkan daya saing jaringan dengan mengoptimalkan peran semua anggota jaringan. Setiap anggota jaringan harus berkontribusi dengan memberikan nilai tambah bagi keseluruhan proses sehingga terjadi Surplus Supply Chain. Sasaran SCM dapat tercapai apabila semua anggota dalam Supply Chain berprinsip mengurangi ketidakpastian supply dan demand dengan lebih terbuka dan lebih saling percaya antar anggota jaringan.

 

 Tantangan Supply Chain bagi Indonesia

Indonesia perlu memperhatikan masalah terkait supply chain pada 3 bagian yaitu hulu, logistik, dan hilir. Di bagian hulu, Kita ambil contoh komoditas pertanian, perlu dilakukan inovasi dan penggunaan teknologi supaya hasil pertanian dapat meningkat dan jaminan keseragaman kualitas komoditas. Hal ini perlu dilakukan agar variansi kualitas komoditas petani kita kecil, dan konsistensi pasokannya stabil. Tentu saja selain inovasi dan teknologi perlu juga dilakukan peltihan atau sertifikasi pada petani-petani kita supaya meningkatkan posisi tawar petani sebagai supplier dalam supply chain.  Pemerintah melalui kementrian pertanian telah menginisiasi penggunaan teknologi pada alat-alat pertanian sehingga dapat meningkatkan produksi petani kita. Sebagai contoh sudah sejak tahun 2016 Indonesia tidak lagi mengimpor beras dan pada tahun ini sudah bisa mengekspor bawang merah yang selama ini kita impor. Tentu saja pemerintah masih memiliki banyak PR dalam memeratakan penggunaan alat-alat pertanian berteknologi dan edukasi bagi para tani di seluruh wilayah Indonesia.

Di bagian logistik kita harus memikirkan flow distribution dengan mempertimbangkan geografis kepulauan yang kita miliki. Namun selain masalah geografis masih banyak ditemukan permasalah terkait logistik seperti  response time yang lambat, kurangnya penjaminan kualitas pada saat pendistribusian barang, dan tingginya biaya distribusi. Pemerintah sudah berada di jalur yang tepat dengan merencanakan pembangunan tol laut, pembangunan jalan tol, dan pembuatan PLB (Pusat logistic Berikat) yang merupakan Kawasan Pabean dan sepenuhnya berada di bawah pengawasan DJBC (Direktorat Jenderal Bea dan Cukai). Diharapkan ketika proyek-proyek tersebut selesai permasalahan terkait logistic dapat menurun.

Ketika permasalahan di hulu dan logistik diatasi perlu juga memperhatikan masalah di hilir. Masih kurangnya edukasi kepada masyarakat untuk mencintai dan menggunakan produk-produk dalam negeri, sehingga perlu dibuatkan program atau campaign penggunaan produk dalam negeri kepada masyarakat.

Kemudian dari paparan-paparan di atas apa yang bisa kita lakukan? Sebagai bagian dalam supply chain yang besar ini kita perlu melihat perubahan-perubahan di sekitar kita, sehingga kita dapat mengidentifikasi potensi atau kemampuan yang kita miliki dan peluang kita dalam berkontribusi untuk  mewujudkan Surplus Supply Chain Indonesia.

 

 Referensi:

Pujawan, I Nyoman dana Mahendrawathi ER. 2010. Supply Chain Management Edisi Kedua. Penerbit Guna Widya, Surabaya.

Lambert, D. M., Cooper, M. C., & Pagh, J. D. (1998). Supply chain management: implementation issues and research opportunities. The international journal of logistics management, 9(2), 1-20.

CLoCS ITB -Prof. Senator Nur Bahagia, 2010+

https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/3462007/dua-tahun-terakhir-ri-tak-lagi-impor-beras-bawang-dan-cabai

http://bisnis.liputan6.com/read/3062130/ri-ekspor-5600-ton-bawang-merah-ke-thailand

Penulis: Rahmi Kartika Jati S.T.  

Sumber: intra.lipi.go.id

 

 

Diposting oleh hard Pada 09-Januari-2018 14:37:13

Kembali Share via facebook
   
PUSAT PENELITIAN SISTEM MUTU DAN TEKNOLOGI PENGUJIAN
LEMBAGA ILMU PENGETAHUAN INDONESIA (P2SMTP-LIPI)
Kawasan Puspiptek Gedung 417 Setu, Tangerang Selatan, Banten Indonesia
Telp : (+62-21) 7560 227, 75871137, 75871130, Fax : (+62-21)7560227, 75871137
email : smtp@mail.lipi.go.id, amteq@mail.lipi.go.id, bpsmtp@mail.lipi.go.id, sp_pustan@mail.lipi.go.id