Loading.....
PENELITIAN | PENGUJIAN | PELATIHAN | BIMBINGAN TEKNIS

KOLEKTOR SURYA RAKSASA: TEKNOLOGI, PEMANFAATAN DAN NILAI EKONOMINYA

Konversi energi laut atau yang lebih dikenal dengan nama OTEC (Ocean Thermal Energy Convertion) adalah salah satu sumber energi terbarukan yang memanfaatkan radiasi matahari untuk mengahasilkan energi listrik.  Gagasan mengenai sumber energi ini pertama kali dilakukan oleh Jaques D’Arsonval seorang Fisikawan Perancis pada tahun 1881. Gagasan ini kemudian direalisasikan oleh muridnya yang bernama George Claude dengan membangun OTEC di lepas pantai Teluk Matanzas, Kuba berkapasitas 22 kilowatt pada tahun 1930 dan  tahun 1935 di lepas pantai Brazil.  Pada tahun 1956 sebuah perusahaan Perancis mendesain pembangkit OTEC berkapasitas 2 megawatt di Pantai Gading. Kemudian tahun 1974 Amerika Serikat  membangun Narutal Energy Laboratory of Hawaii Autority (NELHA) di Keahole, pantai Kona, Hawai.

Teknologi ini memanfaatkan perbedaan temperatur antara dasar laut dengan permukaan laut dengan gradient perbedaan suhu operasi adalah sebesar 20 0C dan bagian kedalaman laut dari 500 meter hingga 1500 meter.  Semakin mendekati garis khatulistiwa maka suhu akan meningkat sehingga energi ini sangat cocok diaplikasikan di wilayah perairan tropis.   Secara global potensi energi ini mencapai 1013 watt dan merupakan potensi yang sangat besar mengingat luas permukaan bumi 70% adalah laut. Karena ketersediaannya yang sangat melimpah ini maka OTEC  juga dikenal sebagai kolektor surya terbesar di dunia. Meskipun ketersediaannya sangat melimpah namun tingkat efisiensi yang dicapai energi ini masih sangat rendah. Sampai saat ini efisiensi yang dapat dicapai 1% hinga 3%, jauh dari nilai teoritisnya 6% sampai 7%. Dalam pengembangan teknologi OTEC terdapat dua macam sistem dasar yaitu sistem terbuka dan tertutup. Pada sistem terbuka menggunakan air hangat laut sebagai fluida kerjanya. Air laut permukaan yang suhunya cukup hangat dievaporasikan dalam tabung vakum untuk menghasilkan uap bertekanan. Uap bertekanan ini akan menggerakkan turbin yang selanjutnya akan mengaktifkan generator untuk menghasilkan listrik. Sistem ini dipakai di plan Keahole, Hawai yang menghasilkan 50.000 watt listrik.

Sedangkan pada sistem tertutup fluida yang digunakan adalah fluida yang memiliki titik didih rendah seperti ammonia. Panas dari permukaan air laut digunakan untuk memanaskan fluida kerja yang  kemudian akan mengalir ke evaporator. Fluida kerja bertekanan ini selanjutkan akan menggerakkan turbin dan mengaktifkan generator untuk menghasilkan listrik. Fluida kerja kemudian dikondensasikan oleh kondensor menggunakan air laut dingin yang dipompa dari kedalaman melalaui pipa air dingin. Fluida terkondensasi dan dipompa kembali ke evaporator untuk melanjutkan siklus. Dalam siklus tetutup ini fluida kerja tetap berada di dalam pipa tertutup dan terus bersirkulasi. Sistem ini berhasil dikembangkan oleh Jepang  pada tahun 1970 dengan daya 100 kW di pulau Nauru. Kemudian pada tahun 1981 dikembangkan menjadi 120 kW yang menjadi capaian terbesar di dunia. Sedangkan pada tahun 1979 dibangun OTEC sistem tertutup di lepas pantai Hawai. India mengembangkan sistem OTEC terapung dengan daya mencapai 1MW.

Kamajuan pengembangan teknologi OTEC yang terakhir menemukan teknologi hibrid. Teknologi ini menggabungkan antara sistem terbuka dan sistem tertutup. Dalam sistem hibrid, air laut hangat dievaporasikan dalam tabung vakum menghasilkan uap, uap ini kemudian digunakan untuk menguapkan fluida kerja agar bertambah tekanannya. Tekanan fluida kerja inilah yang digunakan untuk menggerakkan turbin menghasilkan listrik. Uap air laut ini kemudian dikondensasikan menjadi air suling (air desalinasi).

Penulis:   Bayu Utomo S.T  

Sumber: intra.lipi.go.id

 

Diposting oleh hard Pada 09-Januari-2018 14:49:12

Kembali Share via facebook
   
PUSAT PENELITIAN SISTEM MUTU DAN TEKNOLOGI PENGUJIAN
LEMBAGA ILMU PENGETAHUAN INDONESIA (P2SMTP-LIPI)
Kawasan Puspiptek Gedung 417 Setu, Tangerang Selatan, Banten Indonesia
Telp : (+62-21) 7560 227, 75871137, 75871130, Fax : (+62-21)7560227, 75871137
email : smtp@mail.lipi.go.id, amteq@mail.lipi.go.id, bpsmtp@mail.lipi.go.id, sp_pustan@mail.lipi.go.id