Loading.....
PENELITIAN | PENGUJIAN | PELATIHAN | BIMBINGAN TEKNIS

Instagram Story - Fitur Tambahan yang Menggebrak

Sosial media, atau bahasa gaulnya adalah "sosmed", saat ini sudah menjadi bagian yang penting dalam kehidupan manusia. Mungkin bukan hanya saya saja yang bangun tidur langsung membuka aplikasi sosial media di smartphone-nya, dan "berpamitan" dahulu dengan sosial media sebelum tidur. Sosial media seakan-akan menjadi kebutuhan manusia yang tidak kalah penting dengan kebutuhan pokok lainnya. Entah hanya untuk mengetahui apa yang di-posting oleh teman kita, mencari tahu informasi terkini melalui akun-akun media, atau kita sendiri juga membuat post di sosial media tersebut agar orang lain bisa mengetahui kegiatan atau apa yang sedang ada di pikiran kita.

Menurut data dari statista.com, jumlah pengguna sosial media pada tahun 2017 mencapai 2,46 miliar. Memang jumlah angka ini belum mencapai 50% penduduk dunia yang saat ini berada di angka 7 miliar orang. Namun ini adalah sebuah perkembangan pesat, mengingat pada tahun 2012, pengguna sosial media adalah 1,4 miliar. Dalam kurun waktu 5 tahun, terjadi peningkatan sebesar 1 miliar pengguna!

Dari semua sosial media yang saya punya, yang paling menarik bagi saya saat ini adalah Instagram. Memang, Facebook adalah sosial media yang paling populer hingga saat ini, namun karena banyaknya pengguna lain yang memanfaatkan Facebook untuk menyebarkan berita hoax, saya jadi malas mengakses sosmed tersebut. Kenapa saya suka Instagram? Alasannya simpel. Karena saya bisa memilih siapa yang akan saya follow, jadi saya bisa mengeliminasi berita hoax muncul di timeline saya.

Ada 1 artikel yang menarik tentang Instagram dari Tempo.co. Dalam artikel tersebut dikatakan bahwa pengguna aktif Instagram di Indonesia mencapai 45 juta orang pada tahun 2017, sementara pada tahun 2016 hanya 22 juta pengguna aktif. Jumlah ini meningkat 2 kali lipat hanya dalam kurun waktu 1 tahun saja. Penyebabnya adalah fitur baru yang dimiliki Instagram, yaitu Instagram Story. Bahkan di artikel itu menyatakan bahwa pengguna di Indonesia adalah pembuat konten Instagram Story paling banyak di seluruh dunia.

Fitur yang dimiliki oleh Instagram Story sebenarnya simpel. Pengguna bisa membuat post berupa foto atau video yang nantinya akan hilang secara otomatis setelah 24 jam. Memang ide fitur ini menurut saya "tidak 100% orisinil" karena sebelumnya sudah ada sosmed yang lain dengan fitur serupa, yaitu Snapchat. Namun sejak diluncurkan pada bulan Agustus 2016, Instagram Story telah mengambil hati jutaan orang untuk menggunakannya, yang kemudian fitur ini diikuti pula oleh sosial media lainnya seperti Facebook hingga WhatsApp. Saya sendiri juga sering memanfaatkan fitur Instagram Story dalam keseharian saya.

Apa yang membuat Instagram Story menarik? Saya mencoba menjabarkan pendapat saya (jangan tanya referensi dari mana, karena ini murni opini saya sebagai pengguna fitur tersebut).

  1. Instagram Story hanya bertahan 24 jam, sehingga pengguna bisa membuat post tentang apapun tanpa takut dikomentari postingannya "gak penting". Saya bisa merekam ketika dalam perjalanan di mobil, mengambil foto makanan (iya, saya suka mengambil fotonya sebelum dimakan, apalagi kalau makanannya "kekinian" atau tampilannya cantik).
  2. Membuat post di Instagram Story sangat mudah dan simpel.
  3. Banyak fitur tambahan dalam membuat video seperti superzoom, rewind, boomerang yang membuat post menjadi menarik dan unik.
  4. Instagram Story memungkinkan penggunanya untuk berkreativitas sebebas-bebasnya karena ada fitur stickers, pen, dan fonts sehingga pengguna bisa mempercantik tampilan postnya.
  5. Selain itu banyak rahasia dari fitur Instagram Story ini. Coba saja Anda melakukan pencarian di Google tentang "Instagram Story hacks" dan Anda akan menemukan banyak fitur rahasia yang tidak dapat langsung diketahui ketika memanfaatkan Instagram Story.

Dengan melihat tren saat ini, LIPI (yang setahu saya pada raker 2017 kemarin menggembar-gemborkan tentang BRANDING) seharusnya bisa memanfaatkan situasi ini untuk memperkenalkan institusi ini ke masyarakat Indonesia dan seluruh dunia. Kreativitas yang tidak dibatasi bisa menjadi peluang untuk memperlihatkan keunggulan-keunggulan LIPI kepada masyarakat. Semoga ini bisa menjadi refleksi kita bersama, dan sebagai sivitas LIPI, kita juga jangan malu-malu untuk menunjukkan instansi sendiri di akun sosmed kita, dan akun LIPI pun semakin populer di masyarakat. Akun LIPI jangan mau kalah dong dengan jumlah follower lambe_turah atau raisa6690. Bercanda. :D

Semoga artikel ini bisa bermanfaat! Cheers!

 

Referensi:

https://www.statista.com/statistics/278414/number-of-worldwide-social-network-users/

https://www.smartinsights.com/social-media-marketing/social-media-strategy/new-global-social-media-research/

https://bisnis.tempo.co/read/894605/45-juta-pengguna-instagram-indonesia-pasar-terbesar-di-asia

Penulis Amelia Febri Ariani S.T.

Sumber: intra.lipi.go.id

 

Diposting oleh hard Pada 09-Januari-2018 14:45:32

Kembali Share via facebook
   
PUSAT PENELITIAN SISTEM MUTU DAN TEKNOLOGI PENGUJIAN
LEMBAGA ILMU PENGETAHUAN INDONESIA (P2SMTP-LIPI)
Kawasan Puspiptek Gedung 417 Setu, Tangerang Selatan, Banten Indonesia
Telp : (+62-21) 7560 227, 75871137, 75871130, Fax : (+62-21)7560227, 75871137
email : smtp@mail.lipi.go.id, amteq@mail.lipi.go.id, bpsmtp@mail.lipi.go.id, sp_pustan@mail.lipi.go.id