Loading.....
PENELITIAN | PENGUJIAN | PELATIHAN | BIMBINGAN TEKNIS

Gambaran Umum Proses Perancangan Pengendali Sistem Pemanas

Sistem pemanas memiliki peranan yang cukup penting, terutama dalam bidang pengujian keamanan dan keselamatan produk rumah tangga berbasis kelistrikan. Hal ini dikarenakan beberapa persyaratan pengujian membutuhkan sistem pemanas untuk diterapkan pada benda uji. Sebagai contoh untuk pengujian kulkas menurut standar SNI IEC 60335-2-24:2009, diperlukan ruangan dengan temperatur 43°C dengan ± 1°C. Begitu pula untuk pengujian kipas angin, di beberapa klausul pengujian berdasarkan standar SNI 04-6292.2.80-2006 disebutkan bahwa untuk pengujian kipas angin untuk iklim tropis dibutuhkan temperatur ambien pada 40°C ± 2°C.

Jika dilihat kembali persyaratan temperatur tersebut masing-masing memiliki rentang yang menunjukkan akurasi temperatur yang dihasilkan sistem. Oleh karena itu diperlukan suatu sistem pemanas yang mampu memberikan temperatur seperti yang ditentukan oleh standar. Hal ini juga memerlukan suatu desain pengendali yang baik sehingga akurasi yang diinginkan dapat tercapai. Untuk mendesain pengendali pada sistem pemanas terdapat dua tahapan yaitu memvariasikian tegangan AC (Alternating Current) dan desain sistem pengendali.

Sistem pemanas yang mudah dijumpai saat ini adalah sistem pemanas yang menggunakan listrik AC sebagai sumber energinya. Untuk dapat mengatur sistem pemanas ini, diperlukan suatu rangkaian elektronik yang dapat memvariasikan tegangan listrik AC. Rangkaian dimmer umumnya dapat digunakan untuk memvariasikan tegangan AC. Rangkaian ini menggunakan prinsip power phase control  dengan prinsip kerjanya berdasarkan periode tegangan AC untuk mengaktifkan TRIAC.

Setelah nilai tegangan AC dapat divariasikan, barulah dapat membuat sistem pengendali yang mampu memberikan akurasi sesuai dengan persyaratan standar. Terdapat cukup banyak pilihan sistem kendali untuk di desain seperti PID, Fuzzy Logic Control, State Feedback Controller dan lainnya. Khusus untuk state feedback controller diperlukan model sistem yang akan dikendalikan dalam bentuk matematis. Hal itu merupakan tantangan tersendiri dalam merancang pengendali yang akurat. Umumnya pengendalian sistem pemanas menggunakan pengendali PID atau Fuzzy Logic Controller dikarenakan pengendali tersebut mampu di desain tanpa menggunakan model matematis.

Setelah dua tahapan tersebut dilalui, maka sistem siap untuk diaplikasikan melalui sistem mikrokontroller ataupun sistem lainnya sejenis. Untuk lebih lanjutnya mengenai simulasi maupun aplikasi dari sistem kendali yang telah di desain dapat dilihat pada tulisan-tulisan ilmiah penulis.  

Daftar Pustaka

[1]          SNI IEC 60335-2-24:2009, Peralatan listrik rumah tangga dan peralatan listrik serupa – Keselamatan – Bagian 2-24: Persyaratan khusus untuk peralatan pendingin, peralatan es krim dan pembuat es.

[2]          SNI 04-6292.2.80-2016, Peranti listrik rumah tangga dan sejenisnya – Keselamatan – Bagian 2-80: Persyaratan khusus untuk kipas angin.

[3]          Arole, M.M dan Gengaje, S.R., 2015, Implementation of Lamp Dimmer and Fan Controller System: A PSOC Approach, International Journal of Engineering Trends and Applications (IJETA) – Volume 2 Issue 1.

[4]          Kobersi, dkk, 2013, Control of the Heating System with Fuzzy Logic, World Applied Sciences Journal 23 (11): 1441-1447.

Penulis: Prayoga Bakti S.T.

Sumber: intra.lipi.go.id

 

 

Diposting oleh hard Pada 09-Januari-2018 14:55:13

Kembali Share via facebook
   
PUSAT PENELITIAN SISTEM MUTU DAN TEKNOLOGI PENGUJIAN
LEMBAGA ILMU PENGETAHUAN INDONESIA (P2SMTP-LIPI)
Kawasan Puspiptek Gedung 417 Setu, Tangerang Selatan, Banten Indonesia
Telp : (+62-21) 7560 227, 75871137, 75871130, Fax : (+62-21)7560227, 75871137
email : smtp@mail.lipi.go.id, amteq@mail.lipi.go.id, bpsmtp@mail.lipi.go.id, sp_pustan@mail.lipi.go.id