Loading.....
PENELITIAN | PENGUJIAN | PELATIHAN | BIMBINGAN TEKNIS

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kinerja Kompor Gas Berbahan Bakar DME

Kebutuhan LPG sebagai sumber energi di Indonesia, khususnya sektor rumah tangga terus meningkat dari tahun ke tahun. Grafik pada Gambar di bawah dengan jelas memperlihatkan kondisi tersebut dari tahun 2000 sampai dengan 2015. Dari sisi sharing konsumsi energi rumah tangga pun terjadi kenaikan yang cukup tajam, dari hanya 6,74% pada tahun 2000 menjadi 47,17% pada tahun 2015 [1]. Ini berarti hampir separuh kebutuhan energi rumah tangga menggunakan bahan bakar LPG, khususnya untuk keperluan memasak (kompor gas). Lonjakan konsumsi LPG ini terjadi terutama sejak tahun 2008 bertepatan dengan diberlakukannya program konversi energi dari minyak tanah (BBM) ke LPG. Untuk memenuhi kebutuhan akan LPG tersebut, pemerintah RI harus melakukan impor LPG, yang pada tahun 2017 diperkirakan sudah mencapai 70% dari total kebutuhan LPG nasional.

 

Untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor LPG yang semakin meningkat, berbagai upaya telah dilakukan, diantaranya dengan mecari bahan bakar alternatif sebagai pengganti (substitusi) LPG, salah satunya adalah DME (Dimethil ether). DME merupakan senyawa ether sederhana yang dapat diproduksi dari berbagai sumber bahan baku seperti gas bumi, batubara, serta biomasa, dan mempunyai angka cetan yang tinggi, dengan sifat yang mendekati LPG seperti viskositas, titik didih dan tekanan[2]. Di sisi lain, DME pun diklaim lebih ramah lingkungan. Efek penambahan DME terhadap LPG dapat menurunkan emisi gas buang SOx, NOx dan CO [3].

Beberapa penelitian telah dilakukan terkait dengan pemakaian campuran DME dan LPG sebagai bahan bakar kompor gas. Pengujian terhadap beberapa jenis kompor gas dengan mengacu pada SNI 7368: 2007 telah dilakukan oleh Ahsonul [4] dengan menggunakan kandungan DME 10%, 20% dan 30%. Menurutnya, campuran DME-LPG sampai dengan 30% masih bisa digunakan pada kompor LPG tanpa modifikasi dengan hasil yang memuaskan. Sedangkan Riesta dkk [5] menggunakan campuran DME 5%, 10%, 15%, 20%, 25%, 30%, 50% dan dibandingkan dengan LPG pada 6 buah kompor untuk melihat parameter-parameter: konsumsi panas, efisiensi bahan bakar dan kestabilan api. Hasilnya, semakin tinggi kandungan DME pada campuran bahan bakar akan cenderung menurunkan asupan panas dan efisiensi kompor gas. Riesta mengusulkan perlunya mendesain ulang kompor gas secara tepat agar penggunaan DME sebagai bahan bakar juga tidak mengurangi kinerja kompor gas tersebut. Sementara itu, Dwi dkk [6] telah mengkaji karakteristik nilai asupan panas dan efisiensi untuk kompor gas berbahan bakar DME 100% dengan mengacu pada standar SNI 7368:2011. Prototipe kompor gas DME ini didesain dan dibuat khusus, terutama pada bagian bentuk burner, tinggi grid serta ukuran diameter nozzle. Hasil pengujian menunjukkan bahwa dengan bentuk nozzle yang normal, maka DME tidak dapat menyalakan kompor gas, kecuali jika dilakukan pada tekanan kerja di atas 280 mmH2O. Kompor gas akan menyala bila ukuran diameter nozzle sama dengan atau lebih besar dari 0,8 mm pada tekanan sesuai dengan SNI yang berlaku. Pada tekanan kerja 560 mmH2O, efisiensi tertinggi terjadi pada diameter nozzle 0,85 mm sebesar 64,61%.

Berdasarkan paparan di atas, maka faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja kompor gas berbahan bakar DME masih perlu untuk dikaji, baik dari sisi komposisi campuran DME dan LPG nya, desain kompornya (diameter nozzle dan bentuk burner), maupun dari sisi tekanan kerjanya. Dengan demikian, di masa yang akan datang diharapkan DME bukan hanya bisa menggantikan peran LPG sebagai sumber bahan bakar, tapi juga tetap menjaga kinerja kompor gas tersebut.

 

Referensi

[1] Pusat Data dan Informasi ESDM. Handbook of energy and economic statistics of Indonesia 2016.

[2] M.S. Boedoyo. Pemanfaatan Dimethyl Ether (DME) sebagai Substitusi Bahan Bakar Minyak dan LPG. J. Tek. Ling. Vol.11 No.2 Hal. 301 – 311. Jakarta, Mei 2010.

[3]  Richo Chandra R.B. Efek Penambahan DME pada LPG terhadap emisi gas buang hasil proses pembakaran pada kompor. Skripsi. Universitas Indonesia. 2011.

[4] Ahsonul A. Campuran DME-LPG sebagai bahan bakar gas komplementer. Seminar Nasional Fakultas Teknik – UR. 2010.

[5] Riesta A., Cahyo S.W. & Dimitri R. Application of Dimethyl Ether as LPG Substitution for Household Stove. Energy Procedia 47 ( 2014 ) 227 – 234.

[6] Dwi M., Prayoga B. dan Hari T. Karakteristik Kompor Gas Berbahan Bakar DME (Dimethyl Ether) Berbasis SNI 7368:2011. Jurnal Standardisasi. Vol 16, No.1, 2014.

[7] BSN. SNI 7368:2011 - Kompor gas bahan bakar LPG satu tungku dengan sistem pemantik.

Penulis: Nanang Kusnandar S.Si., M.T.  

Sumber: intra.lipi.go.id

Diposting oleh hard Pada 09-Januari-2018 14:59:55

Kembali Share via facebook
   
PUSAT PENELITIAN SISTEM MUTU DAN TEKNOLOGI PENGUJIAN
LEMBAGA ILMU PENGETAHUAN INDONESIA (P2SMTP-LIPI)
Kawasan Puspiptek Gedung 417 Setu, Tangerang Selatan, Banten Indonesia
Telp : (+62-21) 7560 227, 75871137, 75871130, Fax : (+62-21)7560227, 75871137
email : smtp@mail.lipi.go.id, amteq@mail.lipi.go.id, bpsmtp@mail.lipi.go.id, sp_pustan@mail.lipi.go.id