Loading.....
PENELITIAN | PENGUJIAN | PELATIHAN | BIMBINGAN TEKNIS

Efek Biologis dan Kesehatan Medan Elektromagnetik Frekuensi Tinggi

Medan elektromagnetik RF yang diserap oleh tubuh organisme hidup dapat menimbulkan berbagai efek. Penyerapan energi terutama selain tergantung pada intensitas dan frekuensi medan elektromagnetik namun juga pada sifat dan struktur dari jaringan biologis.

Efek biologis terjadi ketika perubahan dapat diukur dalam sistem biologi setelah paparan beberapa jenis rangsangan. Namun dari pengamatan efek biologis dalam dan dari dirinya sendiri tidak selalu menunjukkan adanya bahaya biologis. Sebuah efek biologis hanya menjadi bahaya keamanan ketika menyebabkan kerusakan terdeteksi pada kesehatan individu atau keturunan. Efek biologis yang dihasilkan dari pemanasan jaringan oleh energi RF sering disebut sebagai efek termal. Telah diketahui selama bertahun-tahun bahwa paparan tingkat tinggi radiasi RF dapat berbahaya karena kemampuan energi RF untuk memanaskan jaringan biologis secara cepat. Paparan kuat medan RF yang sangat tinggi  sebesar 100 mW/cm2 atau lebih tinggi dapat mengakibatkan pemanasan jaringan biologis dan peningkatan suhu tubuh.

Kerusakan jaringan pada manusia bisa terjadi selama paparan tingkat RF tinggi karena ketidakmampuan tubuh untuk mengatasi atau menghilangkan panas yang berlebihan yang bisa dihasilkan. Dalam kondisi tertentu, paparan energi RF pada kuat medan 1-10 mW/cm2 keatas dapat mengakibatkan pemanasan pada jaringan biologis (tetapi belum tentu kerusakan jaringan). Tingkat pemanasan ini akan tergantung pada beberapa faktor termasuk frekuensi radiasi; ukuran, bentuk, dan orientasi dari objek terkena; durasi paparan; kondisi lingkungan; dan efisiensi pembuangan panas.

Dua bagian tubuh yaitu mata dan testis sangat rentan terhadap pemanasan oleh energi RF karena berkurangnya aliran darah yang tersedia untuk mengusir beban panas yang berlebihan (sirkulasi darah merupakan salah satu mekanisme utama tubuh untuk mengatasi dengan panas yang berlebihan). Percobaan laboratorium di US telah menunjukkan bahwa paparan jangka pendek (misalnya 30 menit sampai satu jam) untuk tingkat radiasi RF sangat tinggi (100-200 mW/cm2) dapat menyebabkan katarak pada kelinci.

Penelitian telah menunjukkan bahwa level energi RF dari lingkungan yang secara rutin dialami oleh masyarakat umum jauh di bawah level yang diperlukan untuk menghasilkan pemanasan yang signifikan dan peningkatan suhu tubuh. Namun, mungkin ada situasi terutama lingkungan tempat kerja dekat sumber RF frekuensi dan intensitas yang tinggi, di mana batas yang direkomendasikan untuk penggunaan yang aman dari manusia untuk energi RF bisa terlampaui. Dalam kasus tersebut, tindakan pembatasan atau tindakan mungkin diperlukan untuk memastikan penggunaan yang aman dari energi RF.

Selain intensitas, frekuensi gelombang elektromagnetik RF dapat menjadi penting dalam menentukan berapa banyak energi yang diserap dan potensi bahaya yang ditimbulkan. Kuantitas yang digunakan untuk mengkarakterisasi penyerapan ini disebut Specific Absorbtion Rate atau SAR dan biasanya dinyatakan dalam satuan watt per kilogram (W/kg) atau miliwatt per gram (mW/g) . Di medan jauh dari sumber energi RF (misalnya, beberapa panjang gelombang jarak dari sumber) penyerapan seluruh tubuh energi RF oleh manusia dewasa telah terbukti terjadi pada tingkat maksimum ketika frekuensi radiasi RF antara sekitar 80 dan 100 MHz, tergantung pada ukuran, bentuk dan tinggi individu.

Beberapa laboratorium ilmiah di Amerika Utara, Eropa dan tempat lain telah melaporkan efek biologis tertentu setelah terpapar pada hewan (in vivo) dan jaringan hewan (in vitro) pada level radiasi RF yang relatif rendah. Efek ini dilaporkan telah memasukkan perubahan tertentu dalam sistem kekebalan tubuh, efek neurologis, efek perilaku, bukti hubungan antara paparan gelombang mikro dan tindakan obat-obatan tertentu dan senyawa, efek calcium efflux dalam jaringan otak (terpapar di bawah kondisi yang sangat spesifik), dan efek pada DNA.

 

Referensi :

Electromagnetic fields and radiation : human bioeffects and safety., R.W.Y. Habash, Canada, 2001

Federal communications commission office of engineering & technology, Questions and Answers about Biological Effects and Potential Hazards of Radiofrequency Electromagnetic Fields, August 1999

http://www.bfs.de/en/elektro/hff/wirkungen

ICNIRP, Review ofthe scientific evidence on dosimetry, biological effects, epidemiological observations, and healthconsequences concerning exposure to high frequency electromagnetic fields (100 kHz to 300 GHz), 2009

Report of the independent advisory group on Non-ionising radiation, Health effects from radiofrequency electromagnetic fields, April 2012

Latin American Experts Committee on High Frequency Electromagnetic Fields and Human Health, Scientific review Non-Ionizing Electromagnetic Radiation in the Radiofrequency Spectrum and its Effects on Human Health, June 2010

Penulis: Hutomo Wahyu Nugroho S.T., M.T.

Sumber: intra.lipi.go.id

 

Diposting oleh hard Pada 09-Januari-2018 14:59:18

Kembali Share via facebook
   
PUSAT PENELITIAN SISTEM MUTU DAN TEKNOLOGI PENGUJIAN
LEMBAGA ILMU PENGETAHUAN INDONESIA (P2SMTP-LIPI)
Kawasan Puspiptek Gedung 417 Setu, Tangerang Selatan, Banten Indonesia
Telp : (+62-21) 7560 227, 75871137, 75871130, Fax : (+62-21)7560227, 75871137
email : smtp@mail.lipi.go.id, amteq@mail.lipi.go.id, bpsmtp@mail.lipi.go.id, sp_pustan@mail.lipi.go.id