Loading.....
PENELITIAN | PENGUJIAN | PELATIHAN | BIMBINGAN TEKNIS

Stiker untuk ulang tahun LIPI ke-51

Sebenarnya, tahun lalu, 2017, ketika ulang tahun LIPI yang ke-50, P2SMTP-LIPI telah membuat kemudian mendistribusikan sebuah stiker yang merayakan ulang tahun yang ke-50. Lihat gambar sebelah kiri. Di samping angka 50 tersebut adalah memang perayaan ulang tahun ke-50, sebenarnya angka 50 tersebut punya makna lain.

 

 

Apakah itu?

 

 

Itu adalah salah satu sarana untuk membantu mengukur jarak antar kendaraan, yaitu jarak antara kendaraan berstiker tersebut dan kendaraan di belakangnya.

 

 

Caranya?

 

 

Saat anda melihat ada kendaraan berstiker "50" dari belakang. Amati kejelasan angka dalam stiker tersebut. Ketika angka 50 tersebut jelas, berarti jarak anda, kurang dari 50 m, jika buram (artinya tidak jelas, blur) maka jaraknya lebih dari 50 m, dan jika pas jelas dari keadaan buram, artinya jaraknya 50 m.

 

 

Sebenarnya jarak 50 m itu adalah jarak aman untuk kendaraan dengan kecepatan 50 km/jam. Namun, karena di jalan tol kecepatan minimum adalah 60 km/jam, maka para pengemudi dapat menambahkan jaraknya sendiri.

 

 

Nah, dengan datangnya HUT yang ke-51 LIPI, maka telah diedarkan pula stiker bertuliskan 51 (gambar sebelah kanan), yang berarti berjarak 51 m, di mana mekanisme mengukurnya sama saja, hanya saja kini dibuat berjarak 51 m.

 

 

Paparan pada stiker yang didisain khusus dan bermakna jarak ini telah dipatenkan yang pendaftarannya dilakukan pada tanggal 29 November 2013 dengan nomor Pendaftaran S00-2013-00-306, dengan judul Marka optik penduga jarak antar kendaraan, yang kemudian pada tanggal 27 Januari 2017 telah diberikan hak patennya dengan nomor IDS 000-001-554, "Marka optik penanda jarak antar kendaraan".

 

 

Ilmu dan pengetahuan yang melandasi invensi ini adalah optik, khususnya optika geometri, dan secara lebih khusus lagi, dikenal dengan istilah akuitas optik (optical acuity), di mana mata mempunyai batas maksimum untuk melihat kejelasan antara dua benda yang berdekatan (dalam hal ini dalah dua buah garis sejajar dengan ketebalan tertentu yang dipisahkan pada jarak tertentu yang sama), yang ketika jarak benda tersebut lebih jauh dari batas tersebut tampak menjadi buram (blur). Pengukuran akuitas optik ini dimanfaatkan sebagai sarana yang umum untuk mengukur dioptri lensa sebagai alat bantu penglihatan (baik lensa pada kaca mata maupun lensa kontak, contact lens) sehingga penglihatan yang semula tidak jelas menjadi jelas.

 

 

Adapun pada penemuan ini, pemanfaatan akuitas optik diambil dari sisi batas kemampuan maksimum, sebagaimana pemeriksaan mata ketika ujian untuk memperoleh Surat Izin Mengemudi. Dengan demikian, pengemudi yang ketajaman matanya berubah setelah ujian SIM harus diperiksa ulang, dan pengemudi yang ketika ujian SIM diharuskan menggunakan kacamata, maka ketika mengemudi harus menggunakan kacamata sebagaimana yang diresepkan.

 

 

Penulis: Drs.Sugiono

Diposting oleh hard Pada 06-November-2018 14:32:40

Kembali Share via facebook
   
PUSAT PENELITIAN SISTEM MUTU DAN TEKNOLOGI PENGUJIAN
LEMBAGA ILMU PENGETAHUAN INDONESIA (P2SMTP-LIPI)
Kawasan Puspiptek Gedung 417 Setu, Tangerang Selatan, Banten Indonesia
Telp : (+62-21) 7560 227, 75871137, 75871130, Fax : (+62-21)7560227, 75871137
email : smtp@mail.lipi.go.id, amteq@mail.lipi.go.id, bpsmtp@mail.lipi.go.id, sp_pustan@mail.lipi.go.id